Armada Tempur AS Bergerak ke Timur Tengah, Iran: Kami Siap Perang Habis-habisan!
TEHERAN, iNews.id - Iran akan menganggap setiap serangan terhadap negaranya sebagai perang habis-habisan. Pernyataan bernada ancamam terhadap Amerika Serikat dan Israel tersebut disampaikan seorang pejabat senior Iran merespons pengerahan armada tempur AS ke Timur Tengah yang akan tiba dalam beberapa hari.
Sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengatakan kapal-kapal perangnya dalam pelayaran menuju Iran seraya mengancam negara tersebut.
“Peningkatan kekuatan militer ini, kami harap tidak dimaksudkan untuk konfrontasi nyata, tapi militer kami siap untuk skenario terburuk. Inilah sebabnya mengapa semua dalam keadaan siaga tinggi di Iran,” kata pejabat tersebut, dikutip dari Reuters, Minggu (25/1/2026).
“Kali ini kami akan menganggap setiap serangan, terbatas, tidak terbatas, terarah, kinetik, apa pun sebutannya, sebagai perang habis-habisan melawan kami, dan kami akan merespons dengan cara sekeras mungkin untuk menyelesaikan ini,” ujarnya, menegaskan.
Dia menambahkan, jika AS melanggar kedaulatan dan integritas teritorial Iran, maka menjadi keharusan bagi militernya untuk melawan. Namun pejabat itu menolak untuk menjelaskan seperti apa pembalasan Iran nantinya.
“Negara yang terus-menerus berada di bawah ancaman militer dari Amerika Serikat tidak punya pilihan selain memastikan bahwa semua yang dimilikinya bisa digunakan untuk melawan dan, jika memungkinkan, memulihkan keseimbangan terhadap siapa pun yang berani menyerang Iran,” katanya.
Trump sebelumnya mengatakan, armada gugus tempur kapal induk itu sedang menuju Iran, namun berharap tidak perlu menggunakannya. Dia akan memperbarui peringatan kepada Teheran agar tidak membunuh para demonstran anti-pemerintah atau memulai kembali program nuklirnya.
Militer AS sebenarnya secara berkala mengirim pasukan dalam jumlah besar ke Timur Tengah saat ketegangan meningkat, langkah-langkah yang seringkali bersifat defensif. Namun, militer AS melakukan pengerah besar-besaran pada 2025, menjelang serangan ke Iran pada 22 Juni.









