Kondisi Terkini Rizal Pemain Persikaba usai Kena Tendangan Kungfu Kiper PSIR
REMBANG, iNews.id – Insiden mengerikan menimpa pemain Persikaba Blora, Rizal Dimas Agesta, dalam laga lanjutan Liga 4 Zona Jawa Tengah melawan PSIR Rembang di Stadion Krida, Rabu (21/2026) sore. Rizal harus dilarikan ke rumah sakit setelah dadanya terkena tendangan kungfu kiper PSIR.
Kondisi Rizal sempat memicu kekhawatiran rekan setim dan suporter karena ia langsung terkapar di lapangan dan tak mampu melanjutkan pertandingan.
Rizal segera dievakuasi menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Umum (RSU) terdekat untuk menjalani pemeriksaan intensif. Berdasarkan hasil rontgen dan pemeriksaan medis yang dirilis pihak rumah sakit, Rizal dilaporkan mengalami luka memar serius di bagian dada sebelah kanan akibat benturan keras sepatu pemain lawan.
Meski tidak ditemukan adanya patah tulang rusuk, benturan tersebut menyebabkan trauma pada jaringan lunak dan rasa sesak yang sempat dialami korban sesaat setelah insiden tendangan kungfu tersebut terjadi.
Dalam rekaman video amatir yang viral, tampak jelas kiper PSIR Rembang, Raihan Alfariq, keluar dari sarangnya untuk menghalau bola. Namun, alih-alih menyentuh bola, kaki Raihan justru melayang tinggi ke arah badan Rizal Dimas yang sedang berupaya melakukan serangan.
Hantaman telapak kaki yang mengenai area dada tersebut membuat Rizal langsung jatuh tersungkur. Petugas medis di pinggir lapangan pun bergerak cepat memberikan pertolongan pertama sebelum membawanya ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.
Manajemen Persikaba Blora tidak tinggal diam melihat pemainnya menjadi korban tindakan brutal di lapangan hijau. Perwakilan manajemen, Umbaran Wibowo, menyatakan telah melayangkan protes resmi ke Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.
"Kami meminta Komdis PSSI mengusut tuntas aksi brutal ini. Keselamatan pemain adalah yang utama. Selain sanksi tegas untuk kiper PSIR, kami juga meminta wasit dievaluasi karena insiden ini mengancam nyawa pemain kami," kata Umbaran Wibowo.
Hingga saat ini, Rizal Dimas masih dalam pantauan tim medis untuk memastikan tidak ada cedera dalam yang muncul pasca-trauma benturan tersebut. Pertandingan sendiri berakhir dengan skor kacamata 0-0, namun dibayangi oleh potret buram kekerasan di lapangan hijau.
Kiper PSIR Dilarang Main Seumur Hidup
Komdis PSSI sebelumnya telah menjatuhkan sanksi berat kepada Kiper PSIR Rembang, Raihan Aby Valent Ramdhan Alfarig. Dia dilarang beraktivitas di dunia sepak bola seumur hidup.
Keputusan tegas ini diambil dalam sidang Komdis PSSI Jateng pada Kamis (22/1/2026) siang, menyusul viralnya video tendangan horor sang kiper ke pemain Persikaba Blora di Stadion Krida, Rembang dalam lanjutan Liga 4 Indonesia.
Komdis menilai tindakan tersebut bukan sekadar pelanggaran biasa, melainkan ada unsur kesengajaan untuk mencederai lawan yang dapat mengancam keselamatan nyawa pemain.
Merujuk pada Pasal 48, 49, 10, dan 19 Kode Disiplin 2025, Komdis PSSI Jateng menetapkan dua sanksi utama bagi Raihan yakni, tidak boleh terlibat dalam kegiatan sepak bola di bawah naungan PSSI dalam tingkatan apa pun seumur hidup. Selain itu, denda sebesar Rp5.000.000.
"Langkah tegas ini diambil untuk menciptakan sepak bola yang aman, nyaman, dan fair play. Kami harap ini menjadi pengingat keras bagi seluruh pemain agar kejadian serupa tidak terulang," kata Ketua Komdis PSSI Jateng, Samuel Evan Haryono.










