Viral Ibu Hamil di Lebak Keburu Melahirkan di Mobil Pikap akibat Jalan Rusak Parah
LEBAK, iNews.id - Sebuah video amatir merekam detik-detik seorang ibu melahirkan dalam mobil pikap di Kabupaten Lebak, Banten. Peristiwa tersebut terjadi saat ibu hamil ini dalam perjalanan menuju puskesmas, namun terhambat akibat kondisi jalan desa yang rusak parah.
Ibu bernama Asni (28) terpaksa melahirkan bayi laki-lakinya dalam mobil bak terbuka. Kendaraan yang ditumpanginya tidak bisa melanjutkan perjalanan karena mengalami patah as roda.
Peristiwa ini terjadi di Kampung Cibarani, Desa Cibarani, Kecamatan Cirinten, Kabupaten Lebak dan viral di media sosial. Jalan rusak membuat perjalanan menuju puskesmas terhenti di tengah jalan.
Kondisi jalan desa yang rusak parah memang kerap meresahkan warga setempat. Akses menuju fasilitas kesehatan menjadi sangat sulit, terutama saat kondisi darurat seperti persalinan.
Jarak sekitar 15 kilometer dari rumah pasien menuju puskesmas bisa ditempuh dalam waktu berjam-jam. Saat hujan, jalanan berlumpur dan nyaris tidak bisa dilalui kendaraan.
Curah Hujan Diprediksi Tinggi di Musim Nataru, Kapolri Ikut Siapkan Pelayanan Tanggap Bencana
Asni mengaku mulai merasakan kontraksi pada malam hari. Dalam kondisi panik, suaminya menyewa mobil pikap untuk membawa dia ke puskesmas terdekat.
“Saya merasa mules jam 10 malam. Saya bilang sama suami sewa mobil tapi kami kelamaan di jalan karena jalannya rusak parah akhirnya melahirkan di mobil jam 12-an,” ujarnya, Selasa (20/1/2025)
Mobil yang mereka tumpangi sempat mengalami patah as roda akibat kondisi jalan. Perjalanan pun terhenti, sementara Asni sudah memasuki fase persalinan.
Beruntung, seorang bidan berhasil datang tepat waktu ke lokasi. Asni akhirnya melahirkan anak keduanya di atas mobil pikap dengan selamat.
“Harapan saya semoga bisa diperbaiki jalannya agar tidak mengalami seperti kami. Supaya jalannya layak dilalui seperti jalan pada umumnya,” katanya.
Kepala Puskesmas Cirinten Suntoso, mengatakan pihaknya sebenarnya telah menunggu kedatangan pasien untuk proses persalinan. Namun hingga beberapa jam, pasien tidak kunjung tiba.
Petugas puskesmas kemudian mencoba menghubungi keluarga pasien. Namun upaya tersebut terkendala tidak adanya sinyal seluler di wilayah tersebut.
“Untuk kejadian kemarin yang melahirkan di jalan, sebenarnya sudah komunikasi dengan bidan kita. Bidan kita sudah tunggu, sudah teleponan. Cuma ada kendala jalan dan mobilnya patah as serta tidak ada jaringan,” katanya.
Suntoso menambahkan, bidan akhirnya mendatangi lokasi dan langsung melakukan tindakan persalinan. Bayi laki-laki berhasil dilahirkan dalam kondisi selamat.
“Ibu itu rajin periksa kehamilan, tercatat ada enam kali pemeriksaan, tapi keburu lahir di jalan,” ucapnya.
Pihak puskesmas terus menyosialisasikan agar persalinan dilakukan di fasilitas kesehatan. Namun kondisi jalan rusak sejauh 15 kilometer membuat petugas kerap harus menjemput pasien.
Warga berharap pemerintah segera membangun dan memperbaiki akses jalan. Perbaikan jalan dinilai penting agar tidak ada lagi warga yang mempertaruhkan nyawa saat menuju puskesmas atau rumah sakit.










