Trump Ngotot Rebut Greenland, Prancis Mulai Kirim Pasukan Latihan Perang Bersama NATO

Trump Ngotot Rebut Greenland, Prancis Mulai Kirim Pasukan Latihan Perang Bersama NATO

Terkini | inews | Senin, 19 Januari 2026 - 09:52
share

PARIS, iNews.id - Prancis ikut serta dalam latihan militer gabungan bersama Denmark dan negara NATO lainnya di perairan Greenland. Pengumuman itu disampaikan langsung Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Kementerian Pertahanan (Kemhan) Denmark sebelumnya mengatakan akan memperkuat kehadiran militer di Greenland bersama negara-negara sekutu di NATO.

Latihan tahun ini mencakup pengamanan infrastruktur penting, memberikan bantuan kepada otoritas Greenland, termasuk polisi, menampung pasukan sekutu, mengerahkan jet tempur, serta menjalankan operasi angkatan laut.

"Atas permintaan Denmark, saya telah memutuskan bahwa Prancis akan berpartisipasi dalam latihan bersama yang diselenggarakan oleh Denmark di Greenland, Operasi Arctic Endurance," kata Macron dikutip dari Sputnik.

Latihan ini digelar di tengah menguatnya retorika Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang ingin merebut Greenland dari Denmark. Dia berdalih Greenland sangat penting dan strategis bagi keamanan nasional AS dan pertahanan dunia bebas dari ancaman Rusia dan China.

Greenland merupakan koloni Denmark hingga 1953. Sejak itu pulau raksasa di Arktik tersebut tetap menjadi bagian dari Kerajaan Denmark setelah memperoleh otonomi pada 2009.

Ketegangan meningkat setelah Trump pada Sabtu (17/1/2026) menabuh genderang perang ekonomi terhadap negara-negara Eropa yang menentang ambisinya atas Greenland. Negara-negara tersebut mengirim pasukan ke Greenland.

Trump mengumumkan tarif tambahan sebesar 10 persen terhadap delapan negara Eropa yang ia sebut sebagai “pembangkang”, yakni Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia.

Dalam unggahan di akun Truth Social, Trump menyatakan tarif impor tambahan tersebut akan mulai berlaku pada 1 Februari 2026 untuk seluruh barang dari negara-negara tersebut. Bahkan, tarif akan dinaikkan menjadi 25 persen mulai 1 Juni 2026 dan terus diberlakukan hingga AS benar-benar merebut Greenland.

Topik Menarik