Baharkam Polri Gelar Festival Komik Polisi Penolong, Tampung Kritik-Aspirasi Masyarakat
JAKARTA, iNews.id - Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri menggelar Puncak Festival Komik Polisi Penolong 2025 di kawasan Car Free Day (CFD) Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Minggu (18/1/2026). Kegiatan ini menjadi wadah partisipasi publik untuk menyampaikan masukan dan harapan terhadap kinerja Polri melalui media kreatif berupa komik dan karikatur.
Acara ini diisi berbagai kegiatan mulai dari lomba dan live drawing, zumba hingga masyarakat bisa melihat langsung alat rescue milik Polri. Tak hanya itu, acara juga diisi dengan pengumuman pemenang lomba karikatur dan komik yang digelar sejak akhir 2025 lalu.
Festival Komik Polisi Penolong 2025 melibatkan tiga dewan juri yakni seniman dan komikus Jam Praba, komikus digital nasional Wahyu Aditya, serta inisiator Lomba Komik Polisi Penolong Hasby Ristama. Dari ratusan karya yang masuk, dewan juri menyeleksi sebanyak 500 karya terbaik.
Hasil penilaian menetapkan Nana Naung sebagai juara pertama melalui komik yang menggambarkan peran Polri dalam membantu korban bencana mencari anggota keluarga yang terpisah. Juara kedua diraih M Fuad Azhar B dengan karya bertema anggota polisi yang menolong siswa menuju sekolah di wilayah terluar. Sementara juara ketiga diraih Musrifah Medkom yang menampilkan kesigapan polisi membantu seorang lansia di jalan raya.
Kabaharkam Polri Komjen Karyoto mengatakan festival ini merupakan inisiatif Baharkam untuk membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus menyerap aspirasi publik secara lebih humanis dan komunikatif.
“Kami dari Baharkam, sejak beberapa bulan lalu ingin melempar gagasan kepada masyarakat untuk mendapatkan gambaran dan masukan melalui media komik dan karikatur,” ujar Karyoto saat membuka acara.
Menurutnya, komik dan karikatur dipilih sebagai medium karena dinilai mampu merepresentasikan pandangan, kritik, serta harapan masyarakat terhadap Polri secara lugas namun konstruktif, khususnya dalam menyongsong tahun 2026.
“Kami ingin melihat bagaimana harapan masyarakat terhadap Polri ke depan agar semakin baik dalam memberikan pertolongan. Oleh karena itu, sejak akhir tahun lalu Baharkam mencanangkan semangat hadir sebagai polisi penolong,” jelasnya.
Karyoto juga menegaskan Polri tidak menutup mata terhadap berbagai pelanggaran yang masih terjadi. Dia menekankan pentingnya peran masyarakat dalam memberikan pengawasan dan masukan, termasuk melalui mekanisme pelaporan kepada Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam).
“Ini menjadi bahan masukan dan harapan kita bersama bahwa Polri ke depan harus semakin baik dan semakin benar,” tutur dia.









