Wakil Kepala BGN Jenguk Pasien Diduga Korban Keracunan MBG di Grobogan
GROBOGAN, iNews.id - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang turun langsung menjenguk pasien yang masih dirawat diduga akibat keracunan dari program makan bergizi gratis (MBG) di RSUD K Getas Pendowo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (16/1/2026). Total ada 803 santri dan siswa yang mendapat penanganan kesehatan diduga akibat keracunan MBG.
Dalam kunjungannya, Nanik menyapa para pasien satu per satu untuk memberikan dukungan moral sekaligus mengecek kondisi kesehatan mereka. Dia juga menyampaikan permintaan maaf kepada para pasien serta pihak pondok pesantren yang terdampak.
Meski demikian, Nanik tidak banyak memberikan keterangan terkait perkembangan penanganan korban keracunan usai menyantap MBG. Dia hanya fokus untuk berbincang dengan para pasien untuk mengetahui perkembangan kesehatan mereka.
Kunjungan Wakil Kepala BGN tersebut turut didampingi Wakil Bupati Grobogan, Sugeng Prasetyo. Sugeng juga menyempatkan diri berbincang dengan sejumlah pasien dan menyampaikan permohonan maaf kepada para santri serta pihak pondok pesantren.
Selain itu, Sugeng memberikan motivasi agar para santri tetap semangat belajar setelah kondisi mereka pulih. Dia menegaskan, pemerintah daerah akan bertanggung jawab mengawal penyelesaian kasus keracunan MBG Grobogan hingga tuntas.
Sugeng mengungkapkan, berdasarkan keputusan dari BGN pusat, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kwaron yang diduga menjadi sumber keracunan telah dihentikan sementara operasionalnya.
"SPPG dihentikan sementara sampai kasusnya selesai," katanya.
Penutupan sementara ini dilakukan sebagai langkah pencegahan agar tidak muncul korban baru dalam kasus keracunan MBG Grobogan.
Menurut Sugeng, dugaan keracunan massal ini dipicu oleh kondisi fasilitas yang tidak memenuhi standar operasional. Salah satunya adalah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dinilai sangat tidak layak.
Kondisi tersebut memungkinkan muncul dan menyebarnya bakteri ke seluruh makanan yang diproduksi, sehingga berisiko tinggi menyebabkan keracunan MBG Grobogan dalam skala besar.
"Kami akan tingkatkan lagi pengawasan dan evaluasi," katanya.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait berjanji akan memperketat pengawasan serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh penyedia makanan dalam program MBG.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Grobogan, jumlah korban keracunan MBG Grobogan tercatat mencapai 803 orang. Ratusan korban tersebut terdiri atas santri dan siswa yang sempat mengonsumsi makanan bergizi gratis.
Sebagian besar korban kini telah berangsur membaik, sementara beberapa lainnya masih menjalani perawatan intensif di RSUD K Getas Pendowo. Pemerintah daerah memastikan penanganan medis terus dilakukan secara maksimal.










