Maria Machado Serahkan Nobel Perdamaian ke Trump saat Bertemu di Gedung Putih

Maria Machado Serahkan Nobel Perdamaian ke Trump saat Bertemu di Gedung Putih

Terkini | inews | Jum'at, 16 Januari 2026 - 08:10
share

WASHINGTON, iNews.id - Pemimpin oposisi Venezuela, María Corina Machado mengaku telah menyerahkan hadiah Nobel Perdamaian-nya kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam pertemuan pribadi di Gedung Putih pada, Kamis (15/1/2026) waktu setempat. Namun, dia tidak menjelaskan apakah Trump menerimanya atau tidak.

Setelah pertemuan tersebut, Machado berbicara kepada para pendukung yang berkumpul di gerbang luar dalam bahasa Spanyol bahwa Trump bisa diandalkan. 

"Saya menyerahkan medali Hadiah Nobel Perdamaian kepada Presiden Amerika Serikat," ucap Machado dilansir dari BBC, Jumat (16/1/2026).

"Saya pikir hari ini adalah hari bersejarah bagi kami, warga Venezuela," tuturnya.

Dalam beberapa minggu setelah pasukan AS menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro di Caracas, Trump menolak untuk mendukung Machado, dalam gerakan politiknya mengklaim kemenangan dalam pemilihan umum 2024, sebagai pemimpin baru negara tersebut.

Tidak jelas apakah Trump menerima penghargaan tersebut. Trump, yang sering berbicara tentang keinginannya untuk dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian, telah menyatakan ketidaksenangannya ketika penghargaan itu diberikan kepada Machado dan dia memutuskan untuk menerima penghargaan tersebut tahun lalu.

Sebelumnya, Machado mengatakan pada pekan lalu bahwa dia akan berbagi penghargaan itu dengan Trump. Namun, Komite Nobel mengklarifikasi bahwa penghargaan itu tidak dapat dialihkan.

"Setelah Hadiah Nobel diumumkan, penghargaan itu tidak dapat dicabut, dibagi, atau dialihkan kepada orang lain. Keputusan itu final dan berlaku selamanya, kata komite dalam sebuah pernyataan.

Sebelum pertemuan di Gedung Putih pada hari Kamis, Pusat Perdamaian Nobel memposting melalui akun X bahwa medali dapat berpindah kepemilikan, tetapi gelar penerima Hadiah Nobel Perdamaian tidak bisa. 

Dalam sambutannya, Machado menggambarkan bagaimana Marquis de Lafayette, yang berjuang dalam Perang Revolusi Amerika, memberikan medali bergambar George Washington kepada Simon Bolivar, salah satu bapak pendiri Venezuela modern.

"Hadiah itu adalah tanda persaudaraan antara negaranya dan AS dalam perjuangan mereka untuk kebebasan melawan tirani," kata Machado.

Selain itu, Machado juga mengunjungi Kongres untuk bertemu dengan para senator AS selama kunjungannya ke Washington.

Machado diharapkan menggunakan waktunya bersama Trump untuk mencoba meyakinkannya bahwa mendukung pemerintahan sementara Rodríguez adalah sebuah kesalahan, dan bahwa koalisi oposisinya harus bertanggung jawab atas transisi ini.

Trump sebelumnya menggambarkan Machado sebagai pejuang kebebasan, tetapi menolak gagasan untuk menunjuknya memimpin Venezuela setelah Maduro digulingkan. Dia beralasan bahwa Machado kurang mendapat dukungan dari dalam negeri.

Sejak Maduro digulingkan pada 3 Januari, pemerintahan Trump bergerak cepat untuk membangun kembali sektor minyak Venezuela, yang sebelumnya berada di bawah sanksi AS. Pada hari Rabu, seorang pejabat Amerika mengatakan AS telah menyelesaikan penjualan pertama minyak Venezuela senilai 500 juta dolar AS. 

Kapal tanker minyak yang diduga mengangkut minyak Venezuela yang dikenai sanksi juga telah disita oleh AS, dengan pasukan AS mengatakan mereka telah menaiki kapal tanker keenam pada hari Kamis.

Seorang utusan pemerintah Venezuela diperkirakan akan mengunjuni Washington pada hari Kamis untuk bertemu dengan pejabat AS dan mengambil langkah awal menuju pembukaan kembali kedutaan negara tersebut, menurut laporan New York Times.

Topik Menarik