Jangan Abai, Penurunan Hormon Testosteron Bahaya untuk Kesehatan Pria
JAKARTA, iNews.id - Hormon testostern pada pria memegang peranan penting. Bukan hanya sekadar hormon seks, tapi juga mengelola metabolisme tubuh dan massa otot.
Jika seorang pria mengalami penurunan hormon testosteron, ini akan memberi dampak yang cukup berarti. Efek buruk yang jarang diketahui adalah peningkatan lemak visceral, gangguan kolesterol, hingga tekanan darah tinggi.
"Kadar hormon testosteron yang menurun atau rendah pada pria, dapat mengganggu fungsi reproduksi hingga metabolisme tubuh. Bahkan, meningkatkan peningkatan lemak visceral, gangguan kolesterol, gula darah, tekanan darah tinggi, dan inflamasi kronis," papar Founder Klinik Pratama Steros dr Ivonne Andriani Santoso, dalam keterangan resminya, Kamis (15/1/2026).
Lebih lanjut, Andrologist dan Seksolog Klinik Pratama Steros Prof Wimpie Pangkahila, Sp.And, Subsp.SAAM, menerangkan, semakin bertambahnya usia, level hormon testosteron pada pria akan berkurang. Dan ini perlu menjadi perhatian.
"Perubahan level hormon mulai terjadi pada usia muda. Hal ini lantas menjadi penyebab utama terjadinya proses penuaan," kata Prof Wimpie Pangkahila, Sp.And, Subsp.SAAM.
Lebih lanjut, disampaikan Prof Wimpie bahwa penyebab proses penuaan terbagi menjadi dua, faktor internal akibat hormon berkurang atau tidak seimbang, radikal bebas, glikolisis, metilasi, apoptosis, kerusakan DNA, sistem imun, dan gen.
Sementara itu, faktor eksternal penyebab penuaan adalah pola hidup dan diet yang tidak sehat, kebiasaan buruk, polusi lingkungan, dan stres. Hal-hal itu dapat memicu penurunan hormon testosteron karena proses aging.
Gejala Hormon Testosteron Menurun
Prof Wimpie menerangkan, gejala kadar testosteron menurun atau berkurang disebut dengan Testosterone Deficiency Syndrome (TDS). Pada usia lanjut, gejala tersebut dikenal sebagai Androgen Deficiency in Aging Male (ADAM) atau Partial Deficiency in Aging Male (PADAM) yang juga disebut Late-Onset Hypogonadism (LOH).
Vira!Pria di China Rela Bangun Istana Hello Kitty Senilai Rp1 Miliar untuk Lamar Sang Kekasih
Berikut ini beberapa tanda atau gejala yang dapat dikenali sebagai kondisi penurunan hormon testosteron:
- Libido menurun yang mengakibatkan gairah seksual menurun drastis
- Disfungsi ereksi atau sulit ereksi atau mempertahankan ereksi
- Penurunan massa otot atau kekuatan
- Peningkatan lemak tubuh
- Kelelahan
- Kerontokan rambut
- Produksi sperma berkurang
- Testis mengecil
- Perubahan suasana hati
- Kesulitan konsentrasi
- Gangguan tidur
- Tulang rapuh
"Penurunan kadar Testosteron pada pria mengakibatkan pula gangguan terhadap kenyamanan hidup, seperti kelelahan depresi, kebingungan, perasaan panas, dan keringat pada malam hari," kata Prof Wimpie.
"Steros menyediakan perawatan penggantian hormon untuk pria dengan testosteron rendah dan masalah hormonal lainnya. Dengan pendekatan medis nan ilmiah, perawatan kami membantu meningkatkan energi, vitalitas, dan kualitas hidup," kata dokter pengampu Hormon in Balance & Anti-Aging Klinik Pratama Steros dr Donny Firdaus.
"Selain itu, terdapat pula perawatan anti-aging untuk mengurangi tanda-tanda penuaan dengan menggunakan teknologi non-invasif untuk meremajakan kulit, meningkatkan elastisitas, dan menjaga agar tetap muda," tambahnya.









