Kampung Baduy Dalam Ditutup untuk Wisatawan selama 3 Bulan, Ada Apa?
LEBAK, iNews.id - Perkampungan Suku Baduy Dalam ditutup bagi seluruh pengunjung dan wisatawan selama tiga bulan mulai 20 Januari 2026. Penutupan ini dilakukan seiring pelaksanaan ritual adat Kawalu yang bersifat sakral dan tertutup bagi masyarakat luar.
Ritual ini bertepatan dengan 1 Kawalu Tembeuy berdasarkan penanggalan adat Baduy. Selama periode tersebut, masyarakat Baduy Dalam akan menjalani rangkaian ritual adat secara khusyuk.
Tetua Adat Baduy yang juga Kepala Desa Kanekes, Jaro Oom menegaskan, larangan masuk berlaku bagi seluruh wisatawan dan masyarakat umum yang hendak memasuki wilayah Baduy Dalam.
“Kami minta pengunjung, wisatawan, agar mematuhi larangan memasuki perkampungan Baduy Dalam, terdiri atas Kampung Cibeo, Cikeusik, dan Cikawartana,” kata Jaro Oom dikutip dari iNews Lebak, Rabu (14/1/2026).
Menurut Jaro Oom, kebijakan perkampungan Suku Baduy Dalam ditutup akan berlangsung hingga Maret 2026. Selama masa tersebut, seluruh aktivitas wisata di wilayah Baduy Dalam ditiadakan demi menjaga kesakralan ritual Kawalu.
Ketua Komisi III Sebut Penempatan Polisi di Kementerian dan Lembaga Tak Bertentangan dengan MK
“Ritual Kawalu wajib dilaksanakan karena sifatnya sakral dan tertutup bagi pengunjung wisatawan,” katanya.
Dia menjelaskan, larangan masuk tidak hanya berlaku bagi wisatawan, tetapi juga masyarakat luar yang tidak berkepentingan. Meski demikian, terdapat pengecualian untuk kunjungan tertentu dengan syarat khusus.
“Jika ada keperluan khusus, seperti kunjungan pejabat, masih diperbolehkan, tetapi jumlahnya sangat terbatas,” kata Jaro Oom.
Dia menambahkan, kunjungan perorangan untuk kepentingan khusus dibatasi maksimal 10 orang dan wajib mendapatkan izin adat dari tetua setempat.
Diketahui, ritual Kawalu merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Baduy Dalam yang dilaksanakan setiap tahun. Selama tiga bulan pelaksanaan Kawalu, warga menjalani puasa seharian dan membatasi interaksi dengan dunia luar.
“Dalam ritual Kawalu itu, masyarakat Baduy Dalam mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujar Jaro Oom.
Meski Perkampungan Suku Baduy Dalam ditutup, kawasan Baduy Luar tetap dibuka untuk kegiatan wisata budaya dan studi lapangan.
Sejumlah perkampungan Badui Luar yang masih dapat dikunjungi di antaranya Kampung Kaduketug 1, Cipondok, Kaduketug 2 dan 3, Lebak Jeruk, Balimbing, Marengo, Cikua, Gajeboh, Kadujangkung, Kadugede, Karahkal, Cempaka, Cijanar, Ciranji, serta Lebak Huni.
Pemerintah desa dan tetua adat mengimbau masyarakat serta wisatawan untuk menghormati ketentuan adat yang berlaku selama Perkampungan Suku Badui Dalam ditutup, demi menjaga kelestarian budaya dan kekhidmatan ritual Kawalu.










