Waduh, Media AS Sebut Korban Tewas Demo Rusuh di Iran 12.000 Orang
WASHINGTON, iNews.id - Stasiun televisi Amerika Serikat CBS News melaporkan jumlah korban tewas dalam demonstrasi di Iran mencapai 12.000 orang. Angka itu didapat dari dua sumber, salah satunya dari internal Iran.
Bahkan, ada angka ekstrem lagi yang diterima CBS News yakni korban jiwa selama 2 pekan lebih demonstrasi di Iran mencapai 20.000 orang.
Sulit untuk memverifikasi jumlah pasti korban jiwa dalam demonstrasi rusuh yang berlangsung sejak akhir Desember 2025 itu karena internet dan saluran komunikasi diputus.
Sebelumnya pejabat Iran mengungkap data korban tewas, yakni sekitar 2.000 orang. Angka tersebut sudah termasuk personel pasukan keamanan dan polisi. Namun pejabat tersebut tidak memberikan perincian dari korban tewas.
Angka tersebut juga di atas penghitungan lembaga-lembaga HAM internasional yang berbasis di luar negeri, yakni di kisaran 600 hingga 700 orang, termasuk pasukan keamanan.
Dalam keterangan kepada Reuters, pejabat itu menegaskan para demonstran maupun pasukan keamanan dibunuh oleh "teroris", sebutan bagi kelompok-kelompok bersenjata didukung oleh pihak asing untuk membuat rusuh demonstrasi yang di masa-masa awal berlangsung tertib.
Iran menuduh AS dan Israel di balik demonstrasi rusuh, memanfaatkan situasi, serta mencari alasan untuk menyerang, sebagaimana terjadi tahun lalu.










