Lupa Sebut Purbaya dalam Rapat, Tito Karnavian: Kualat, Kalau Ngambek Nggak Ada Pitinya
JAKARTA, iNews.id - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sempat berkelakar soal Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Ia menjelaskan bahwa melupakan Purbaya bisa berdampak serius pada pembiayaan.
Pasalnya, bendahara negara ini dikhawatirkan tak memberikan uang atau dalam bahasa Padang disebut piti.
“Saya lupa menyampaikan ini, kualat ini kalau nggak, nanti ini, karena kalau beliau ngambek, beliau ngambek, kita chat mau rapat sampai malam juga percuma juga kita nanti. Iya, nggak ada pitinya (uang), haha,” ucap Tito saat rapat Satgas Pemulihan Pascabencana DPR bersama Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Banda Aceh, Aceh, Sabtu (10/1/2026).
Awalnya, Tito yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana mengambil alih pimpinan rapat dan menjelaskan dasar hukum serta tugas satgas yang baru dibentuk pemerintah.
Dalam paparannya, Tito menjelaskan struktur satgas mulai dari tim pengarah hingga tim pelaksana. Ia menyebut tim pengarah diketuai oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), dengan anggota seluruh menteri koordinator, Panglima TNI, dan Kapolri.
“Tim pengarahnya adalah ketuanya Pak Menko PMK, dan anggotanya adalah semua Menko ditambah Panglima TNI dan Kapolri,” ujarnya.
“Kemudian untuk tim pelaksananya, ketuanya adalah Menteri Dalam Negeri. Wakil ketuanya ada empat,” sambungnya.
Empat wakil ketua tim pelaksana tersebut terdiri atas Kepala Staf Umum TNI Letjen Richard Tarigan Tampubolon, Kepala BNPB Suharyanto, Komandan Korps Brigade Mobil Polri Komjen Ramdani, serta Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara Rosan Roeslani.
Selain itu, struktur satgas juga mencakup sejumlah bidang, mulai dari Bidang Penyusunan Rencana Induk, Bidang Penyediaan Lahan, hingga Bidang Pengelolaan Data.
Di tengah penjelasannya, Tito kemudian teringat bahwa ia belum menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai bagian dari tim pengarah.
“Sedangkan untuk infrastruktur, saya ulangi ada yang terlewat tim pengarah, selain Menko, Panglima TNI, Kapolri, juga di situ ada Bapak Purbaya, haha,” kata Tito.










