Kinerja Operasional Solid di 2025, MNC Energy Investments Siap Akselerasi Produksi di 2026

Kinerja Operasional Solid di 2025, MNC Energy Investments Siap Akselerasi Produksi di 2026

Ekonomi | inews | Jum'at, 9 Januari 2026 - 11:58
share

JAKARTA, iNews.id - PT MNC Energy Investments Tbk (IDX: IATA) mencatatkan kinerja operasional yang positif sepanjang 2025. Capaian tersebut menempatkan perseroan pada posisi strategis untuk mengakselerasi peningkatan produksi batu bara secara signifikan pada 2026 melalui optimalisasi seluruh wilayah Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP) yang dikelola.

Sepanjang 2025, IATA berhasil membukukan produksi sebesar 3,56 juta metric ton (MT) batu bara, dengan total penjualan mencapai 3,38 juta MT. Realisasi tersebut setara dengan sekitar 80 persen dari target Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2025. Kinerja ini ditopang oleh dimulainya produksi IUP-OP PT Arthaco Prima Energy sejak kuartal III 2025, yang semakin memperkuat basis operasional perseroan.

Di tahun 2025, IATA berhasil memproduksi 3,56 juta metric ton (MT) batubara dengan total penjualan mencapai 3,38 juta MT atau sekitar 80 dari target Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2025. Capaian ini didukung oleh dimulainya produksi IUP-OP PT Arthaco Prima Energy sejak kuartal III 2025, yang terus memperkuat basis operasional IATA.

Memasuki 2026, IATA menargetkan total produksi batu bara mencapai 7,85 juta MT, atau melonjak sekitar 179 persen dibandingkan RKAB 2025. Target tersebut berasal dari kontribusi masing-masing IUP-OP, yakni PT Arthaco Prima Energy (APE) sebesar 3,00 juta MT, PT Indonesia Batu Prima Energi (IBPE) sebesar 1,10 juta MT, serta PT Putra Muba Coal (PMC) sebesar 3,75 juta MT.

Manajemen menyampaikan, target produksi 2026 tersebut bersifat indikatif sesuai dengan pengajuan RKAB kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia dan masih menunggu persetujuan. Target ini ditopang oleh fundamental operasional IATA yang solid, mencakup cadangan batu bara yang signifikan, infrastruktur terintegrasi, serta kesiapan logistik dan fasilitas pendukung di seluruh area operasional.

Kinerja dan Infrastruktur Tiap IUP-OP

IUP-OP PT Arthaco Prima Energy (APE) saat ini memiliki cadangan batu bara sebesar 222 juta MT dengan nilai kalori GAR 3.100–3.300. APE didukung jalan hauling pit-to-port sepanjang sekitar 10 kilometer yang tidak bersinggungan dengan jalan umum, serta telah dilengkapi geotekstil dan perkerasan batu split secara menyeluruh. Saat ini tersedia dua jetty manual dengan kapasitas 10.000 MT per hari. Selain itu, perseroan akan segera memulai konstruksi Barge Loading Conveyor (BLC) empat feeder berkapasitas 40.000 MT per hari. Kapasitas pelabuhan eksisting mencapai 250.000 MT per bulan dan ditargetkan meningkat menjadi 1.200.000 MT per bulan. Operasional APE juga diperkuat oleh dukungan tongkang milik PT Karya Pacific Investama sebagai pemegang saham IATA, serta kerja sama dengan kontraktor PT Kalimantan Prima Persada (KPP Mining) dengan nilai kontrak mencapai Rp5 triliun. Kegiatan penambangan telah memasuki tahap penggalian pertama pada awal Januari 2026.

Sementara itu, IUP-OP PT Indonesia Batu Prima Energi (IBPE) memiliki cadangan batu bara sebesar 25 juta MT dengan nilai GAR 3.151–3.344. IBPE didukung jalan hauling pit-to-port sepanjang sekitar 3,5 kilometer yang tidak bersinggungan dengan jalan umum. Untuk fasilitas pemuatan, IBPE menggunakan pelabuhan yang sama dengan IUP-OP PMC.

Adapun IUP-OP PT Putra Muba Coal (PMC) tercatat memiliki cadangan batu bara sebesar 54,8 juta MT dengan nilai GAR 2.700–3.547. PMC didukung jalan hauling pit-to-port sepanjang sekitar 17 kilometer yang tidak bersinggungan dengan jalan umum dan seluruhnya berada dalam kondisi all weather roads. Fasilitas pemuatan terdiri atas satu jetty BLC berkapasitas 10.000 MT per hari serta tiga jetty manual dengan total kapasitas 15.000 MT per hari. PMC juga memiliki kapasitas stockpile hingga 350.000 MT dan diperkuat oleh dukungan armada tug boat dan tongkang dari grup sendiri, yakni PT Karya Pacific Shipping, yang merupakan bagian dari pemegang saham IATA.

Dengan fondasi operasional yang semakin matang, infrastruktur yang memadai, serta kolaborasi strategis bersama kontraktor terkemuka, PT MNC Energy Investments Tbk optimistis dapat merealisasikan target produksi 2026 sekaligus memperkuat posisinya sebagai pemain pertambangan batu bara nasional yang tumbuh secara berkelanjutan.

Topik Menarik