Huntara untuk Warga Aceh dan Sumut yang Desanya Hilang Ditargetkan Rampung 3 Bulan
JAKARTA, iNews.id - Pemerintah akan mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga yang desanya hilang pasca-diterjang banjir dan longsor. Menurut catatan Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), sebanyak 25 desa di Aceh dan Sumatra Utara (Sumut) dinyatakan hilang usai dilanda bencana.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menargetkan pembangunan huntara untuk warga yang desanya hilang akan rampung dalam tiga bulan.
"Relokasi ini memerlukan tempat, memerlukan waktu juga untuk proses itu ya. Jadi ya kalau kita tentunya ingin secepat mungkin koordinasi dilakukan. Kalau bisa sebelum 3 bulan, 3 bulan kita lakukan," kata Tito dalam konferensi pers di kantornya, Kamis (8/1/2026).
Tito menambahkan, sembari membangun huntara, pemerintah juga akan membangun hunian tetap (huntap). Salah satu dana untuk pembangunan huntap bisa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negera (APBN).
"Sambil paralel dengan itu pembangunan hunian tetap. Nah hunian tetap ini ada tiga skema. Skema pertama lah melalui APBN hunian tetap, itu nanti koordinator utamanya menteri PKP didukung oleh Danantara dan juga ada yang gotong royong," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Richard Tampubolon menjelaskan, penentuan lokasi huntap akan dilakukan kajian mendalam agar kedepannya wilayah tersebut minim terkena bencana.
"Tempat (huntap) ini juga akan ada asesmennya dari kementerian terkait dan jaminan bahwa tempat-tempat atau relokasi rumah-rumah yang baru ini tempat yang baru ini memang dipandang dan diyakini atas asesmen dari kementerian lembaga terkait itu aman," ucap Richard.
Dia menuturkan, penanganan bencana kini telah fokus pada tahap pemulihan, dengan melakukan pembersihan terhadap area yang terdampak melalui pendekatan door to door.
"Berangkat dari door-to-door itulah maka ada sekolah-sekolah kedinasan, kemudian nanti dari ada Taruna dari Akmil, AU, AL dan juga Akpol yang akan laksanakan Latsitarda, inilah nanti yang akan dilaksanakan door-to-door fasenya," tuturnya.









