Pemerintah Tak akan Impor Jagung di 2026, Stok Aman

Pemerintah Tak akan Impor Jagung di 2026, Stok Aman

Terkini | inews | Rabu, 7 Januari 2026 - 11:49
share

JAKARTA, iNews.id – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan pemerintah tidak akan impor jagung sepanjang 2026. Keputusan tersebut diambil berdasarkan kondisi produksi dan stok jagung nasional yang dianggap mencukupi untuk memenuhi seluruh kebutuhan dalam negeri.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen mencapai 16,11 juta ton sepanjang 2025. Sementara itu, kebutuhan konsumsi jagung pipilan kering pada periode yang sama berada di kisaran 15,64 juta ton. Dengan demikian, terdapat surplus produksi sekitar 0,47 juta ton.

Surplus tersebut, ditambah dengan pengelolaan pasokan yang terjaga, mendorong terbentuknya stok akhir tahun yang kuat. 

Dalam Neraca Pangan Nasional yang disusun Bapanas bersama kementerian dan lembaga terkait, stok carry over jagung dari 2025 ke 2026 tercatat mencapai 4,5 juta ton. Jumlah ini setara dengan hampir tiga bulan kebutuhan nasional, dengan kebutuhan bulanan sekitar 1,4 juta ton.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan kondisi ini menandakan Indonesia telah berada dalam posisi swasembada jagung. Sepanjang 2025, kebutuhan jagung khususnya untuk pakan, dapat dipenuhi tanpa ketergantungan impor, dengan produksi petani dalam negeri menjadi penopang utama pasokan nasional.

Situasi tersebut menjadi dasar pemerintah menetapkan kebijakan jagung pada 2026, salah satunya dengan meniadakan impor jagung. Pemerintah menilai pasokan dalam negeri telah cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional.

“Dengan kondisi stok dan produksi seperti ini, pemerintah sepakat tidak perlu melakukan impor jagung pada 2026, baik untuk pakan, benih, maupun konsumsi rumah tangga,” ujar Ketut, dikutip Rabu (7/1/2026).

Ketut menjelaskan, produksi jagung nasional sepanjang 2026 diperkirakan mencapai 18 juta ton. Tambahan produksi tersebut diproyeksikan mampu menjaga keseimbangan pasokan sepanjang tahun. 

Dengan demikian, stok jagung di akhir 2026 diperkirakan tetap berada di kisaran 4,5 juta ton.

Selain mencukupi kebutuhan dalam negeri, penguatan produksi juga membuka peluang ekspor. Pada 2026, ekspor jagung diproyeksikan dapat mencapai sekitar 52,9 ribu ton, seiring meningkatnya kualitas dan kuantitas produksi nasional.

“Ini menunjukkan kerja keras petani kita membuahkan hasil. Produksi jagung nasional semakin solid, dan pemerintah akan terus memastikan hasil panen terserap dengan baik,” kata Ketut.

Topik Menarik