Gebrakan Besar PBSI! Atlet Pelatnas Tak Lagi Dipulangkan Akhir Tahun
JAKARTA, iNews.id – Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) membuat terobosan besar dalam sistem pembinaan nasional. Mulai 2025, PBSI resmi menghapus kebijakan pemulangan dan pemanggilan atlet Pelatnas di akhir tahun yang selama ini menjadi agenda rutin.
Langkah strategis ini diambil untuk memperkuat stabilitas dan kesinambungan program latihan jangka panjang.
Kebijakan tersebut diumumkan oleh Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) PBSI usai melakukan evaluasi menyeluruh, mencakup struktur Pelatnas, performa atlet, beban kompetisi, hingga efektivitas program pembinaan nasional.
PBSI menilai padatnya kalender turnamen internasional menuntut komposisi atlet yang lebih stabil, khususnya di Pelatnas Cipayung.
Dengan meniadakan masa transisi tahunan, PBSI ingin memastikan program latihan berjalan tanpa gangguan. Stabilitas ini juga dinilai krusial mengingat kalender kompetisi sudah dimulai sejak awal Januari, sehingga atlet dituntut selalu berada dalam kondisi siap tanding.
3 Pebulu Tangkis Tunggal Putra yang Paling Sering Juara Indonesia Open, Nomor 1 Taufik Hidayat!
Selama ini, pemulangan dan pemanggilan atlet di penghujung tahun menjadi bagian dari proses evaluasi rutin. Namun, PBSI menilai situasi saat ini berbeda.
Hasil diskusi bersama pelatih, tim sport science, dan divisi teknis menunjukkan bahwa Pelatnas tengah memasuki fase penting yang membutuhkan konsistensi jangka panjang demi memaksimalkan transisi menuju siklus kompetisi besar.
Kepala Bidang Binpres PBSI, Eng Hian, menegaskan bahwa penghapusan mekanisme tersebut tidak menghilangkan evaluasi atlet. Penilaian tetap dilakukan secara ketat melalui Key Performance Indicator (KPI) yang ditetapkan oleh masing-masing pelatih.
Keputusan ini bukan berarti PBSI menurunkan standar atau meniadakan evaluasi, melainkan evaluasi seorang atlet ditentukan oleh KPI yang sudah ditentukan oleh pelatihnya masing-masing. Jika seorang atlet tidak mencapai KPI yang telah ditetapkan maka akan terkena degradasi. Oleh karena itu jangka waktu degradasi setiap atlet akan berbeda tergantung dari KPI mereka masing-masing.
Terkait promosi atlet, Eng Hian menjelaskan bahwa mekanisme tetap berjalan melalui Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI yang digelar setiap awal tahun.
Kisah Halim Haryanto, Juara Dunia dan All England yang Ikut Tony Gunawan Hijrah ke Amerika Serikat
“Sementara itu untuk sistem promosi akan dilakukan lewat mekanisme Seleknas PBSI yang akan dilaksanakan setiap awal tahun dan untuk jumlah pengambilan pemain harus sesuai dengan kriteria yang dibuat oleh bidang pembinaan prestasi PP PBSI dan untuk jumlah akan disesuaikan dengan kebutuhan atlet di Pelatnas,” kata Eng Hian dilansir rilis resmi PBSI, Selasa (6/1/2026).
Seleknas PBSI sendiri mengacu pada PO 012 Tahun 2025, dengan sejumlah ketentuan seperti kuota 16 atlet tunggal dan 16 pasangan ganda, juara Kejurnas Taruna sebagai penerima wild card, atlet peringkat 15 besar nasional, atlet hasil pantauan Tim Pemandu Bakat atau rekomendasi Kabid Binpres Pelatnas dan Waketum I PP PBSI, serta atlet yang lolos verifikasi usia dari tim keabsahan PP PBSI.
Eng Hian berharap regulasi baru ini mampu memperkuat tata kelola pembinaan bulu tangkis nasional agar semakin profesional dan terukur, sekaligus mendongkrak prestasi Indonesia di level internasional.
“Dengan ditetapkannya PO 012 Tahun 2025 tentang Mekanisme Rekrutmen, Promosi, dan Degradasi Atlet serta Pelatih Pelatnas PP PBSI, kami berharap proses pembinaan atlet dan rekrutmen pelatih nasional dapat berjalan secara lebih transparan, objektif, dan profesional," tutur Eng Hian.
"Peraturan ini menjadi acuan bersama agar setiap keputusan didasarkan pada kinerja, prestasi, dan evaluasi yang terukur, sehingga mampu mendorong peningkatan prestasi bulutangkis Indonesia secara berkelanjutan. Melalui sistem ini, kami menargetkan peningkatan konsistensi prestasi di level Asia dan dunia, termasuk capaian optimal pada target utama kami di Kejuaraan Dunia, Thomas Uber Cup dan tentunya Olimpiade Los Angeles 2028,” ucapnya.









