Detik-Detik Tendangan Kungfu di Liga 4 Jatim, Pelaku Langsung Dipecat Klub dan Terancam Sanksi Berat PSSI

Detik-Detik Tendangan Kungfu di Liga 4 Jatim, Pelaku Langsung Dipecat Klub dan Terancam Sanksi Berat PSSI

Terkini | inews | Selasa, 6 Januari 2026 - 22:30
share

BANGKALAN, iNews.id – Detik-detik tendangan kungfu di Liga 4 Jawa Timur berubah menjadi kasus serius setelah pelaku langsung dipecat klubnya dan kini terancam sanksi berat dari PSSI akibat pelanggaran brutal yang membahayakan keselamatan pemain.

Insiden mengejutkan itu terjadi pada pertandingan putaran 32 besar Grup CC Liga 4 PSSI Jawa Timur antara Putra Jaya Pasuruan melawan Perseta Tulungagung di Stadion Gelora Bangkalan, Senin (5/1/2026).

Dalam duel perebutan bola di dekat garis tengah, pemain Putra Jaya Pasuruan Muhammad Hilmi Gimnastiar terekam melakukan tendangan kungfu ke arah dada pemain Perseta 1970 Tulungagung, Firman Nugraha.

Benturan keras membuat Firman langsung terkapar di atas lapangan. Suasana pertandingan memanas ketika pemain Perseta mengepung Hilmi, sementara rekan setim pelaku berupaya menjauhkan dirinya dari kontak lanjutan.

Wasit tanpa ragu langsung mengeluarkan kartu merah dan mengusir Hilmi dari pertandingan. Tim medis segera masuk ke lapangan untuk memberikan pertolongan awal sebelum Firman ditandu keluar guna menjalani perawatan lebih lanjut.

Firman mengungkap kondisinya belum sepenuhnya pulih usai kejadian tersebut.
“Sampai sekarang dada saya masih sakit, nyeri,” ujar Firman setelah pertandingan.

Dia juga menyebut Hilmi sempat meminta maaf, namun sikapnya dinilai tidak menunjukkan penyesalan yang layak. “Sudah, tapi agak tidak ada etikatnya,” ucap Firman singkat.

Tak menunggu keputusan federasi, manajemen Putra Jaya Pasuruan langsung mengambil langkah tegas. Klub merilis surat pernyataan resmi yang menyatakan Muhammad Hilmi Gimnastiar dipecat dan tidak lagi menjadi bagian dari tim.


Komdis PSSI Tegaskan Keselamatan Atlet Prioritas Utama

Insiden ini langsung mendapat respons keras dari Komite Disiplin PSSI. Ketua Komdis PSSI, Umar Husin, menegaskan keselamatan atlet merupakan prinsip utama dalam olahraga, termasuk sepak bola.

“Isu tentang keselamatan atlet ini tidak hanya monopoli keluarga sepak bola. Semua olahraga harus menjamin keselamatan atletnya. Pertandingan bisa ditunda, dibatalkan, atau ditutup kalau mengancam keselamatan atlet,” ujar Umar Husin.

Umar Husin menjelaskan perlindungan atlet diatur dalam Undang-Undang Keolahragaan Nasional Nomor 11 Tahun 2022 serta Kode Disiplin PSSI sebagai turunan khusus sepak bola.

“Untuk mencegah berulangnya tindakan brutal, aturan harus ditegakkan secara tegas. Pihak yang mengancam atmosfer sepak bola yang sehat wajib ditertibkan dengan sanksi, denda, dan hukuman berat,” tegasnya.

Umar Husin juga mengimbau panitia disiplin di semua tingkatan liga agar tidak ragu menjatuhkan hukuman maksimal.

“Terkait kejadian tersebut kami rasa harus dihukum seberat-beratnya, seperti larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup,” katanya.

Liga 4 berada di bawah naungan Asprov PSSI Jawa Timur sebagai ajang pengembangan bakat muda. Insiden ini menjadi peringatan keras agar sepak bola akar rumput tetap menjunjung tinggi fair play dan keselamatan pemain.

Topik Menarik