Hilmi Gimnastiar Dilarang Bermain Sepak Bola Seumur Hidup Imbas Tendangan Kungfu

Hilmi Gimnastiar Dilarang Bermain Sepak Bola Seumur Hidup Imbas Tendangan Kungfu

Nasional | inews | Selasa, 6 Januari 2026 - 20:21
share

SURABAYA, iNews.id – Komite Disiplin atau Komdis PSSI Jawa Timur menjatuhkan sanksi berat larangan bermain sepak bola seumur hidup kepada pemain Putra Jaya Pasuruan, Muhammad Hilmi Gimnastiar.

Sanksi tegas itu dijatuhkan setelah Hilmi terbukti melakukan pelanggaran fatal dan berbahaya terhadap pemain lawan dengan cara melakukan tendangan kungfu dalam Liga 4 Zona Jawa Timur di Bangkalan. 

Ketua Komdis PSSI Jatim, Samiadji Makin Rahmat menegaskan, keputusan ini diambil setelah pihaknya melakukan rapat internal mendalam. Pelanggaran yang dilakukan Hilmi terhadap pemain Perseta 1970 Tulungagung, Firman Nugraha Ardiansyah, dinilai sudah di luar batas kemanusiaan dan sportivitas.

"Kami telah menjatuhkan sanksi tegas berupa larangan bermain seumur hidup terhadap Muhammad Hilmi Gimnastiar. Pelanggaran yang dilakukan sangat fatal, berbahaya, dan tidak bisa ditoleransi dalam sepak bola," ujar Samiadji Makin Rahmat, Selasa (6/1/2026).

Tidak hanya sanksi administratif berupa larangan bertanding seumur hidup, Komdis PSSI Jatim juga menjatuhkan sanksi finansial kepada yang bersangkutan.

"Selain larangan bermain seumur hidup, yang bersangkutan juga dijatuhi sanksi denda sebesar Rp2,5 juta," kata Samiadji.

Tempuh Jalur Hukum

Insiden tendangan kungfu dalam laga Liga 4 di Bangkalan berbuntut panjang. Manajer Perseta 1970 Tulungagung, Rudi Iswahyudi, menyatakan berencana membawa kasus penendangan brutal terhadap pemainnya, Firman Nugraha, ke ranah hukum. 

Langkah ini diambil menyusul kondisi kesehatan Firman yang dilaporkan mengalami cedera serius pada bagian vital setelah dihantam tendangan keras oleh pemain Putra Jaya, Muhammad Hilmi Gimnastiar.

Berdasarkan keterangan medis terbaru pada Selasa (6/1/2026), Firman Nugraha saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Bangkalan. Benturan keras di dada pada menit ke-71 laga tersebut mengakibatkan tulang rusuknya retak.

"Pada Senin malam, Firman mengeluh sangat sulit bernapas. Sampai Selasa siang ini, ia masih dalam perawatan medis. Hasil pemeriksaan menunjukkan ada tulang rusuk yang retak," ujar Manager Klub Perseta 1970, Rudi Iswahyudi kepada awak media.

Meski manajemen Putra Jaya telah memecat pelaku, pihak Perseta 1970 merasa sanksi disiplin saja tidak cukup. Rudi menegaskan bahwa tindakan Muhammad Hilmi sudah jauh di luar batas sportivitas dan masuk dalam kategori penganiayaan.

Karena itu, Rudi menegaskan, akan membawa kasus penendangan brutal terhadap pemainnya, Firman Nugraha, ke ranah hukum.

Sebelumnya, insiden memilukan tersebut terjadi pada Senin kemarin saat laga babak 32 besar Liga 4 Zona Jawa Timur yang mempertemukan Putra Jaya Pasuruan melawan Perseta 1970 Tulungagung di Stadion Gelora Bangkalan, Madura.

Dalam pertandingan tersebut, Hilmi melakukan tendangan keras yang mendarat di dada Firman Nugraha hingga korban tersungkur di lapangan dan harus dilarikan ke rumah sakit. Belakangan diketahui, tendangan tersebut mengakibatkan tulang rusuk korban retak.

Topik Menarik