RDMP Balikpapan Siap Diresmikan Bulan Ini, Mulai Produksi April 2026

RDMP Balikpapan Siap Diresmikan Bulan Ini, Mulai Produksi April 2026

Terkini | inews | Selasa, 6 Januari 2026 - 19:55
share

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan milik PT Pertamina (Persero) siap diresmikan pada Januari 2026. 

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman menuturkan, proyek tersebut telah menyelesaikan seluruh tahapan utama dan saat ini hanya menunggu peresmian secara formal. Peresmian ditargetkan berlangsung pada bulan ini.

"Menunggu peresmian saja. Insyaallah di bulan Januari ini," ucap Laode dalam keterangannya dikutip, Selasa (6/1/2026).

Dia menambahkan, pihaknya akan menghentikan impor solar mulai tahun ini. Kebijakan tersebut akan ditopang oleh peningkatan kapasitas produksi dalam negeri, khususnya setelah beroperasinya RDMP Balikpapan.

Laode menegaskan, langkah ini merupakan bagian dari strategi nasional penguatan ketahanan energi.

"Bukan penutupan, ya. Sesuai yang sudah diumumkan Pak Menteri, tahun 2026 solar sudah tidak kita impor lagi. Kita mengandalkan produksi dalam negeri setelah RDMP Balikpapan beroperasi," tuturnya.

Dia menyebut, rencana ini telah disosialisasikan kepada badan usaha, termasuk pihak swasta. Pemerintah juga tengah menyiapkan skema distribusi agar pasokan solar domestik tetap terjaga saat kebijakan ini mulai diterapkan. 

RDMP Balikpapan dinilai akan menjadi tulang punggung Indonesia dalam upaya melepaskan ketergantungan pada impor solar. Dengan tambahan kapasitas kilang, pemerintah optimistis kebutuhan solar nasional dapat dipenuhi dari dalam negeri.

Untuk masa transisi, Laode menjelaskan bahwa hingga Februari–Maret 2026, pasokan solar masih akan menggunakan kuota impor carry-over dari tahun 2025. Produksi dari RDMP Balikpapan baru akan dimanfaatkan secara optimal mulai April 2026, seiring dengan penyiapan stok dan infrastruktur distribusi.

"Sampai Februari-Maret kita masih pakai kuota 2025. April baru kita gunakan. Pertamina perlu menyiapkan stok, pelabuhan, dan mekanisme pengambilan oleh badan usaha swasta. Kalau semua sudah siap, baru kita laksanakan," ujar Laode.

Proyek RDMP Kilang Balikpapan merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), dimana proyek ini menelan investasi sebesar 7,4 miliar dolar AS atau setara Rp126 triliun. Proyek ini menjadi salah satu investasi yang terbesar dilakukan BUMN dalam satu titik kegiatan untuk mengurangi impor BBM.

Topik Menarik