Viral Kebun Sawit di Cirebon, Bupati Perintahkan Cabut dan Ganti Pohon Mangga

Viral Kebun Sawit di Cirebon, Bupati Perintahkan Cabut dan Ganti Pohon Mangga

Nasional | inews | Selasa, 6 Januari 2026 - 16:51
share

CIREBON, iNews.id – Keberadaan kebun kelapa sawit seluas dua hektar di Desa Cigobang, Kecamatan Pasaleman, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, yang viral di media sosial memantik perhatian serius pemerintah daerah. 

Bupati Cirebon, Imron, memastikan akan mencabut seluruh pohon sawit yang baru ditanam tersebut karena dinilai mengancam ekosistem hutan dan ketersediaan air bersih.

Langkah ini diambil setelah lokasi perkebunan mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Peninjauan langsung yang dilakukan Bupati bersama unsur Forkopimda pada Senin (5/1/2026) sore, sempat diwarnai aksi protes puluhan ibu-ibu (emak-emak) warga setempat. 

Mereka menolak keras keberadaan pohon sawit di wilayah mereka karena khawatir akan dampak jangka panjang.

"Kami khawatir akan terjadi bencana alam dan krisis air bersih. Keberadaan sawit ini bisa merusak ekosistem hutan yang selama ini menjaga sumber air kami," ujar Deswi, salah seorang warga Desa Cigobang yang ikut dalam aksi penolakan tersebut.

Langgar Edaran Gubernur Jawa Barat

Bupati Cirebon, Imron menegaskan, penanaman sawit di wilayah tersebut tidak sejalan dengan kebijakan lingkungan di Jawa Barat. Terlebih, Gubernur Jawa Barat telah mengeluarkan surat edaran yang melarang pembukaan hutan untuk perkebunan sawit.

"Kami akan mencabut seluruh pohon sawit ini. Sebagai solusinya, kami meminta petani menggantinya dengan tanaman produktif lain yang lebih ramah lingkungan, seperti pohon mangga. Bibitnya akan kami sediakan langsung dari pemerintah," kata Imron saat meninjau lokasi.

Diketahui, lahan sawit seluas dua hektar tersebut merupakan milik perorangan yang bekerja sama dengan PT Kelapa Ciung Sukses Makmur. Meski usia tanam baru berjalan sekitar empat bulan, keberadaannya sudah mencolok di antara tegakan pohon hutan dan ilalang lainnya.

Pemerintah Kabupaten Cirebon kini terus memantau proses peralihan lahan tersebut guna meminimalisir potensi kerusakan lingkungan dan meredam keresahan masyarakat di wilayah Cirebon Timur.

Topik Menarik