Guru Terdampak Bencana Dapat Tunjangan Khusus dari Pemerintah: Terima Kasih Pak Prabowo
JAKARTA, iNews.id - Bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia juga turut mengganggu proses belajar mengajar. Di tengah kondisi tersebut, para guru yang terdampak bencana tetap berupaya hadir dan mendampingi murid-muridnya agar pendidikan terus berjalan.
Sebagai bentuk dukungan, pemerintah menyalurkan tunjangan khusus sebesar Rp35 miliar bagi para pendidik terdampak bencana. Bantuan ini diharapkan dapat menopang penghidupan guru sekaligus memastikan keberlangsungan kegiatan belajar mengajar pascabencana.
Neli Eriani, Guru SMAN Agam Cendekia, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menjadi salah satu penerima tunjangan khusus tersebut. Dia mengaku bantuan yang diberikan sangat berarti di tengah kondisi sulit yang dihadapinya.
“Saya penerima tunjangan guru terdampak bencana. Insya Allah akan saya manfaatkan sebaik-baiknya,” ujar Neli, dikutip Sabtu (3/1/2026).
Hal serupa dirasakan Dina Ispanti, guru SMAN 1 Natal, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Menurutnya, bantuan tersebut membantu para guru dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah bencana melanda wilayahnya.
Dari Aceh, Yusrawati, guru TK Ar Raihan di Bireuen, berharap dukungan pemerintah dapat memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan lancar dan tidak terhambat oleh dampak bencana.
Apresiasi juga disampaikan oleh Elwin Saputra Lubis, Rahmad Taher Nasution, dan Muhammad Ikhsan Nasution, guru-guru SMKN 1 Batang Natal, Sumatera Utara. Mereka menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan guru terdampak bencana.
“Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Mendikdasmen Bapak Abdul Mu’ti, atas bantuan tunjangan khusus guru terdampak bencana,” ujar mereka.
Saat ini, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menyalurkan tunjangan khusus tersebut secara bertahap dengan total nilai Rp35 miliar.
Bantuan diberikan kepada 16.467 pendidik dan tenaga kependidikan dari 800 satuan pendidikan di wilayah terdampak banjir bandang di Aceh, Sumut dan Sumbar, serta banjir lahar Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Data Kemendikdasmen mencatat, penerima tunjangan terdiri atas 915 pendidik jenjang PAUD, 10.274 pendidik jenjang pendidikan dasar dan 5.258 pendidik jenjang pendidikan menengah.










