Prabowo Respons Komentar Nyinyir terkait Penanganan Bencana Sumatra: Kita Anggap sebagai Peringatan

Prabowo Respons Komentar Nyinyir terkait Penanganan Bencana Sumatra: Kita Anggap sebagai Peringatan

Berita Utama | inews | Kamis, 1 Januari 2026 - 14:38
share

ACEH TAMIANG, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto merespons komentar nyinyir sejumlah pihak terkait penanganan bencana di Sumatra. Dia menilai, kritik tersebut kerap melihat upaya pemerintah dari sudut pandang negatif. 

Namun, Prabowo menegaskan hal itu tidak boleh memengaruhi fokus pemerintah dalam membantu masyarakat terdampak.

“Kadang-kadang saya monitor ada suatu kecenderungan yang menurut saya kurang sehat dari beberapa pribadi-pribadi, komentator dan sebagainya, yang selalu melihat kegiatan bangsa Indonesia, kegiatan pemerintah dari sudut yang negatif,” ucap Prabowo saat meninjau pembangunan rumah hunian Danantara, di Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026).

Kepala Negara menegaskan bahwa pemerintah memilih untuk menganggap komentar nyinyir sebagai peringatan, bukan hambatan. 

Pasalnya, tugas dari pemerintah saat ini adalah meringankan penderitaan masyarakat terdampak.

“Tapi yang fokus kita adalah bagaimana kita bisa mengurangi meringankan penderitaan rakyat kita, itu perkiraan kita sebagai pejabat dan pemimpin jadi hal-hal yang apa itu, nyinyir-nyinyir itu, kita anggap sebagai katakanlah sebagai peringatan bagi kita. Tapi kita tidak boleh terpengaruh ya,” katanya.

Prabowo mencontohkan kritik yang mempertanyakan kehadiran pejabat di lokasi bencana. Menurutnya, kehadiran pemimpin bukan untuk seremonial atau bekerja secara fisik, melainkan memastikan kebutuhan dan permasalahan di lapangan dapat segera ditangani.

"Menteri tidak datang dibilang tidak peduli, menteri datang ya masa menteri ikut macul, bukan itu. Pejabat datang pemimpin datang melihat apa kekurangan, apa masalah, apa yang bisa kita bantu, mana yang kita bisa percepat kan begitu,” ujarnya.

Prabowo menegaskan pentingnya komunikasi langsung dengan pemerintah daerah agar keputusan bisa diambil berdasarkan kondisi nyata di wilayah terdampak. 

“Saya datang ketemu Gubernur, Gubernur sampaikan kita butuh ini, kita itu, Pak ada usul ini ada saya tahu langsung saya bisa cek kan begitu ceritanya ya. Jadi ini ada tapi ya mudah-mudahan saudara saya, saya percaya dengan bukti,” tuturnya.

Prabowo juga mengingatkan para pemimpin di semua level agar siap menghadapi kritik, termasuk hujatan dan fitnah, tanpa kehilangan semangat untuk bekerja. 

“Jadi saya sampaikan ke saudara-saudara para pimpinan para menteri pada Kepala Badan Gubernur semua, salah satu kewajiban seorang pemimpin adalah siap untuk dihujat, siap untuk difitnah siap untuk di, tapi tidak boleh kita apa, tidak boleh kita terpengaruh dan tidak boleh kita patah semangat,” ucapnya.

Menurut Prabowo, kritik tetap dapat dijadikan bahan evaluasi, selama tidak mengalihkan fokus dari tujuan utama membantu masyarakat. 

“Semua itu kita terima sebagai ya sebagai koreksi juga, enggak apa-apa, walaupun itu fitnah, itu kalau kita tahu di hati kita bahwa itu tidak benar tapi itu jadi waspada bagi kita ya,” kata dia.

Topik Menarik