Mohamed Salah Dikabarkan Bisa Tinggalkan Liverpool, Hubungan dengan Arne Slot Memburuk
LIVERPOOL, iNews.id - Masa depan Mohamed Salah di Liverpool kembali menjadi sorotan tajam. Penyerang andalan asal Mesir itu dikabarkan berpeluang meninggalkan Anfield setelah hubungannya dengan pelatih anyar The Reds, Arne Slot, disebut-sebut tidak lagi harmonis.
Situasi ini memicu ketertarikan mengejutkan dari klub lain yang siap memanfaatkan peluang.
Saat ini, Salah tengah membela Timnas Mesir di ajang Piala Afrika (AFCON). Ia tampil impresif dengan mencetak dua gol dari dua pertandingan, sekaligus membantu Mesir melaju ke babak 16 besar.
Namun, di luar lapangan, masa depannya bersama Liverpool justru dipenuhi tanda tanya.
Isu ini berawal dari wawancara kontroversial Salah usai laga Liverpool kontra Leeds United yang berakhir imbang 3-3 pada 6 Desember lalu.
Dalam sesi wawancara emosional di mixed zone, pemain berusia 33 tahun itu—yang baru saja meneken perpanjangan kontrak awal 2025 hingga 2027—mengaku merasa telah "dikhianati" oleh klub.
Kekecewaan tersebut muncul setelah Salah dicadangkan dalam tiga laga beruntun. Situasi itu membuatnya merasa seolah "seseorang ingin dia menanggung semua kesalahan" atas performa kurang maksimal Liverpool di paruh pertama musim 2025/26.
Tak lama berselang, Salah bahkan tidak masuk dalam skuad saat Liverpool menghadapi Inter, sebelum akhirnya tampil sebagai pemain pengganti saat melawan Brighton pada 13 Desember. Banyak pihak menduga laga tersebut bisa menjadi penampilan terakhirnya bersama The Reds.
Meski kini fokus penuh membela negaranya di AFCON, isu masa depan Salah dipastikan akan kembali mencuat begitu ia kembali ke Inggris. Menurut laporan Teamtalk, sejumlah sumber menyebutkan bahwa Salah kecil kemungkinan hengkang pada bursa transfer musim dingin yang dibuka 1 Januari. Namun, peluang kepergiannya pada musim panas dinilai semakin besar.
Di sisi lain, laporan berbeda datang dari media Italia La Repubblica. Mereka mengklaim mantan klub Salah, AS Roma, disebut ‘sedang mempertimbangkan’ langkah untuk memulangkan sang bintang ke Serie A. Meski demikian, tingginya gaji Salah—yang mencapai sekitar £400.000 per pekan—membuat rencana tersebut dianggap sebagai sebuah “mimpi” oleh pihak Roma.
Selain Roma, opsi hijrah ke klub Arab Saudi juga masih terbuka lebar bagi Salah. Bahkan, Football Italia melaporkan bahwa Liverpool dikabarkan bersedia mempertimbangkan skema peminjaman pada Januari, meski aspek finansial menjadi tantangan besar dalam negosiasi.
Dengan pendapatan sekitar £21 juta per tahun, Roma harus merogoh kocek hingga £12 juta hanya untuk menanggung gaji Salah selama enam bulan. Sebagai perbandingan, pemain dengan gaji tertinggi di Roma saat ini adalah Paulo Dybala, yang menerima sekitar £217.000 per pekan, menurut data Capology.
Salah sendiri bukan sosok asing bagi Roma. Ia pernah membela klub ibu kota Italia tersebut pada periode 2015–2017, dengan catatan 34 gol dan 21 assist dari 83 penampilan, sebelum hijrah ke Liverpool dengan nilai transfer sekitar £34 juta.
Saat ini, Roma menempati posisi keempat klasemen Serie A, tertinggal tiga poin dari Inter Milan di puncak klasemen. Sementara itu, Liverpool justru meraih hasil positif sejak kepergian Salah ke AFCON, dengan memenangkan dua laga beruntun melawan Tottenham Hotspur dan Wolverhampton Wanderers, dan kini bertengger di peringkat keempat Premier League.
Dengan dinamika yang terus berkembang, masa depan Mohamed Salah bersama Liverpool dipastikan akan menjadi salah satu saga transfer paling panas dalam waktu dekat.










