Israel Larang 37 Lembaga Kemanusiaan Internasional Beroperasi di Gaza, Warga Semakin Menderita

Israel Larang 37 Lembaga Kemanusiaan Internasional Beroperasi di Gaza, Warga Semakin Menderita

Global | inews | Kamis, 1 Januari 2026 - 07:30
share

GAZA, iNews.id - Warga Gaza menyuarakan kekhawatiran mengenai larangan beroperasi lembaga-lembaga kemanusiaan internasional di wilayah tersebut. Israel memasukkan 37 lembaga kemanusiaan internasional dalam daftar larangan untuk beroperasi di Jalur Gaza.

Siraj Al Masri, seorang warga Khan Younis, mengatakan tidak ada alternatif lain dalam membantu warga Gaza selain organisasi kemanusiaan internasional.

“Ke mana kami harus pergi? Kami tidak punya penghasilan, tidak punya uang,” kata Al Masri, kepada Al Jazeera, dikutip Kamis (1/1/2026).

Kondisi semakin kritis karena banyak fasilitas kesehatan yang tak bisa lagi beroperasi terkait keterbatasan peralatan dan obat-obatan.

"Bahkan orang biasa yang datang mencari perawatan akan menghadapi kesulitan yang berat,” ujarnya.

Israel mencabut izin 37 lembaga kemanusiaan internasional, termasuk Dokter Tanpa Batas serta beberapa badan-badan PBB atas tuduhan memiliki hubungan dengan Hamas. Larangan itu berlaku mulai 1 Januari 2026.

Selain itu beberapa organisasi internasional yang masuk daftar adalah Norwegian Refugee Council, CARE International, dan International Rescue Committee.

“Jika dukungan dan kehadiran mereka dicabut, Allah tahu apa yang akan terjadi. Banyak anak akan meninggal, dan kehidupan akan hancur, serta banyak keluarga akan hancur karena keputusan ini," kata warga Gaza lainnya, Ramzi Abu Al Neel.

Meski gencatan senjata telah disepakati, Israel terus membunuh warga Gaza dan memberlakukan pembatasan terhadap masuknya bantuan dan barang-barang kebutuhan pokok ke wilayah tersebut.

Lebih dari 1 juta warga Gaza menghadapi cuaca musim dingin yang ekstrem dengan hanya tinggal di tenda-tenda darurat.

Topik Menarik