Netanyahu dan Trump Dilaporkan Bahas Kemungkinan Serangan Jilid 2 ke Iran
WASHINGTON, iNews.id - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan membahas kemungkinan serangan putaran kedua terhadap Iran. Hal itu dibahas selama pertemuan keduanya pada Senin (29/12/2025) di resor pribadi Trump, Mar-a-Lago, Florida.
Portal berita Axios, mengutip beberapa sumber pejabat, melaporkan Netanyahu menyampaikan kekhawatiran Israel tentang program nuklir dan rudal Iran. Dia juga mengkhawatirkan kelompok Hizbullah Lebanon akan membangun kembali rudal jarak jauhnya.
Seorang sumber pejabat AS mengatakan, pembahasan itu mencakup kemungkinan menyerang Iran lagi pada 2026. Serangan pertama Israel yang dibantu AS ke Iran berlangsung pada Juni 2025. Serangan tersebut menargetkan infrastruktur nuklir dan kemampuan rudal Iran, menewaskan lebih dari 1.000 orang.
Namun, pejabat itu menambahkan, meski Trump akan mendukung Israel untuk menyerang Iran kembali, jika negara itu terbukti melanjutkan program nuklirnya, upaya melalui negosiasi tetap dibuka.
Trump, dalam konferensi pers setelah pertemuan dengan Netanyahu, mengatakan jika Iran membangun kembali program nuklir, AS akan menghancurkannya, tanpa menyebutkan jangka waktu.
Menurut sumber pejabat tersebut, tidak ada kesepakatan mengenai jangka waktu atau ambang batas untuk kemungkinan melakukan kembali serangan terhadap Iran di masa depan.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian merespons ancaman itu dengan memperingatkan akan membalas setiap agresi terhadap negaranya.
Sementara itu Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mendesak Trump untuk melanjutkan negosiasi nuklir dengan semangat saling menghormati.
Saat perang 12 hari pada Juni lalu, militer AS menyerang tiga fasilitas nuklir utama Iran, Fordow, Natanz, dan Isfahan. Serangan tersebut berlangsung di tengah gempuran Israel terhadap Iran, yang menewaskan para komandan militer dan ilmuwan nuklir.





