Berapa Utang TNI AL ke Pertamina? KSAL Ungkap Dampaknya ke Operasional

Berapa Utang TNI AL ke Pertamina? KSAL Ungkap Dampaknya ke Operasional

Terkini | inews | Kamis, 1 Mei 2025 - 01:01
share

JAKARTA, iNews.id - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menyampaikan, TNI AL memiliki tunggakan utang Bahan Bakar Minyak (BBM) kepada Pertamina. Lalu, berapa utang TNI AL ke Pertamina?

TNI AL saat ini memiliki tunggakan utang kepada Pertamina sebesar Rp3,2 triliun terkait pembelian BBM untuk operasional kapal-kapal. Jumlah ini merupakan akumulasi dari tunggakan sebelumnya sebesar Rp2,25 triliun.

Menurut Laksamana Ali, utang ini sangat membebani kegiatan operasional angkatan laut.

"Kemarin ada tunggakan itu bahan bakar Rp2,25 T, dan saat ini kita sudah dikenakan harus membayar utang lagi Rp3,2 T. Itu sebenarnya tunggakan. Jadi ini mengganggu sekali, mengganggu kegiatan operasional, dan harapannya sebenarnya ini bisa ditiadakan untuk masalah bahan bakar, diputihkan," kata Ali saat rapat bersama Komisi I di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/4/2025).

Menurut Ali, tunggakan BBM kepada Pertamina ini tengah diatur oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan).

Ali menjelaskan, kebutuhan BBM untuk operasional kapal-kapal TNI AL sangat besar. Bahkan, kapal yang diam saja masih tetap membutuhkan BBM tersebut.

"Karena kapal kita ini walaupun diam saja tidak bergerak, tapi dieselnya tetap hidup, Dan untuk menghidupkan air condition, AC, karena kalau AC dimatikan, peralatan elektronik akan rusak di dalamnya, itu bahayanya," ujarnya.

Dia mengungkapkan, harga atau tarif yang dikenakan kepada TNI AL ini masih mengikuti harga industri BBM. Dia berharap, ke depan harganya bisa diubah menjadi harga subsidi.

Topik Menarik