MNC Bank Bakal Gunakan Laba Bersih 2023 untuk Perkuat Modal

MNC Bank Bakal Gunakan Laba Bersih 2023 untuk Perkuat Modal

Ekonomi | inews | Jum'at, 21 Juni 2024 - 12:42
share

JAKARTA, iNews.id - PT Bank MNC Internasional Tbk atau MNC Bank (BABP) telah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2023. Pelaksanaan tersebut menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Dalam pelaksanaannya, pemegang saham menyetujui seluruh agenda yang disampaikan Perseroan dalam RUPST dan RUPSLB tersebut. Menurut Presiden Direktur MNC Bank Rita Montagna, laba bersih perseroan tercatat meningkat 48,4 persen yoy dari Rp52,5 miliar menjadi Rp77,9 miliar pada akhir 2023.

"RUPST menyetujui seluruh laba bersih dibukukan sebagai laba ditahan untuk memperkuat permodalan," tutur Rita dalam RUPST MNC Bank di Jakarta, Jumat (21/6/2024).

Dalam RUPST, MNC Bank mengungkapkan pencapaian cemerlang atas kinerja pada tahun buku 2023. Rita menjelaskan, MNC Bank berhasil meningkatkan aset menjadi Rp18,1 triliun, tumbuh 7,62 persen year-on-year (yoy) dibandingkan tahun 2022 sebesar Rp16,9 triliun.

Sedangkan dana pihak ketiga yang dihimpun Perseroan mencapai Rp13,4 triliun, dengan penyaluran kredit hingga Rp10,3 triliun pada tahun 2023. Rita pun mengapresiasi atas kolaborasi yang terjalin dan dukungan yang senantiasa diberikan oleh pemegang saham.

"Kami bersyukur atas capaian kinerja Perseroan yang sangat baik sepanjang 2023. Dalam kesempatan ini kami juga mengapresiasi seluruh lapisan pemangku kepentingan mulai dari karyawan, nasabah, regulator, dan mitra bisnis, atas kolaborasi harmonis yang telah berkontribusi pada pertumbuhan kinerja MNC Bank," ucapnya.

Perseroan juga telah mempersiapkan roadmap untuk menunjang ekspansi bisnis MNC Bank ke depannya, termasuk berbagai inovasi digital melalui MotionBank.

"Kami yakin dapat mencapai pertumbuhan kinerja berkelanjutan pada tahun tahun berikutnya," tutur Rita.

Sementara itu pada RUPSLB, para pemegang saham menyetujui rencana Perseroan untuk melaksanakan aksi korporasi berupa Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau Private Placement.

Perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyak sejumlah 4,45 miliar saham baru seri B dengan nilai nominal Rp50 per saham, atau sebanyak-banyaknya 10 persen dari modal disetor Perseroan.

Topik Menarik