Bersama KUR BRI, Zialova Batik Sukses Jadi Fashion Lokal Favorit di Pekalongan

Bersama KUR BRI, Zialova Batik Sukses Jadi Fashion Lokal Favorit di Pekalongan

Ekonomi | inews | Senin, 17 Juni 2024 - 13:41
share

PEKALONGAN, iNews.id - Batik menjadi salah satu oleh-oleh khas Pekalongan yang kerap menjadi incaran. Banyaknya motif dan desain kekinian selalu mencuri perhatian para wisatawan. 

Para produsen batik juga terus berinovasi untuk menghadirkan produk yang sesuai kebutuhan pelanggan dan mengikuti perkembangan zaman. 

Salah satunya dilakukan oleh produsen batik dan fashion lokal yang telah cukup dikenal di Pekalongan, yaitu Zialova Batik. Usaha yang dirintis Nur Afidatul Azimah sejak 2017 ini menghadirkan produk fashion yang beragam mulai dari daster, gamis, hingga mukena.

Perempuan yang akrab disapa Afida ini menceritakan perjalanan bisnisnya yang berawal dari reseller. Sewaktu menjadi penjahit rumahan, penjualan online belum begitu ramai, sehingga dia mencoba membuka toko online di marketplace.

“Jadi saya dulu itu penjahit rumahan, lalu karena saya tipe orang yang nggak bisa gini-gini saja, di 2017 akhirnya mencoba jadi reseller. Saya jual kain batik yang saya ambil dari toko-toko, lalu saya foto sendiri dan diposting untuk marketplace. Seiring berjalannya waktu, pesanan semakin bertambah. Awalnya hanya 1-2 kodi, tapi terus bertambah dan akhirnya kita jadi harus siapkan stok di rumah,” tuturnya.

Seiring dengan permintaan pesanan yang terus bertambah, dia mulai membuka toko di Pasar Banjarsari, Kota Pekalongan pada 2018. Tak disangka, ini menjadi awal dari pelanggan dan reseller yang terus bertambah.

Zialova Batik menghadirkan beragam variasi produk yang sesuai dengan kebutuhan dan minat masyarakat saat ini. Misalnya, beberapa produk yang disediakan untuk bulan Ramadan, seperti mukena, daster, gamis, hingga baju koko dan sarung.

Produk Zialova sendiri sudah dipasarkan ke berbagai kota. Tak hanya sekitar Pekalongan saja, tapi sudah ke luar kota, luar pulau, bahkan produknya juga dibawa supplier dari Malaysia.

Pinjaman KUR BRI sebagai Modal Perputaran Bisnis

Sebagai sosok yang merintis bisnis dari nol, Afida mengaku hal utama yang menjadi hambatan adalah keterbatasan modal. Untungnya, pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI sangat membantu usahanya terus berjalan dan berkembang. 

“Sekitar 2018-2019, waktu pesanan seragam mulai banyak, kan saya juga bingung mencari modal tambahan. Kebetulan ada salah satu teman yang kerja di BRI dan menawarkan brosur KUR. Saya hitung-hitung kok bunganya rendah sekali. Jadi akhirnya saya mengajukan itu dan mendapatkan pinjaman Rp10 juta,” katanya. 

Seiring kapasitas usahanya yang semakin besar dan banyaknya kebutuhan serta biaya lain untuk produksi, dia kembali mengajukan pinjaman KUR BRI dengan jumlah yang terus meningkat. Semuanya dimanfaatkan untuk modal tambahan operasional yang membantu perputaran keuangan usahanya.

Zialova Batik menjadi UMKM binaan Rumah BUMN. Afida bercerita, bahwa dia sering mendapatkan pelatihan yang sangat bermanfaat untuk mengembangkan usaha. Dia juga beberapa kali diajak berpartisipasi dalam event BRI untuk pameran.

Afida menuturkan harapan besar terkait usaha rintisannya ini agar bisa terus berkembang dan memberikan manfaat untuk masyarakat sekitarnya. 

“Semoga Zialova Batik semakin meningkat dan bisa buka cabang di luar kota, usaha semakin berkembang dan bisa ikut membantu menyejahterakan masyarakat sekitar. Karena kan kami ini produsen jadi banyak tenaga lokal dari masyarakat sekitar yang membantu, jadi semoga bisa semakin bermanfaat. Dan bagi wisatawan atau pemudik yang ke Pekalongan, monggo mampir ke outlet kami,” ujarnya. 

BRI selaku bank terbesar dalam penyaluran KUR di tanah air selalu konsisten dalam memberikan dukungan permodalan bagi pelaku UMKM dan memberikan pendampingan usaha dalam pengembangan produk hingga upaya digitalisasi pelaku UMKM.

“Kisah produsen sekaligus pelaku UMKM fashion Zialova Batik di Pekalongan ini menjadi salah satu contoh bagaimana pembiayaan yang diberikan serta pendampingan usaha yang kami berikan dapat mendorong kapasitas usaha pelaku UMKM,’’ ucap Direktur Bisnis Mikro BRI Supari.

Seperti diketahui, BRI merupakan bank yang menjadi penyalur KUR terbesar di Indonesia.

Sepanjang Januari hingga April 2024, BRI berhasil menyalurkan KUR senilai Rp59,96 triliun kepada 1,2 juta debitur. Pencapaian tersebut setara 36 persen dari target penyaluran KUR yang di-breakdown oleh pemerintah kepada BRI di 2024 yakni sebesar Rp165 triliun.

Topik Menarik