Impor September 2026 Naik 5,09 Persen, Didominasi Barang Modal dan Konsumsi

Impor September 2026 Naik 5,09 Persen, Didominasi Barang Modal dan Konsumsi

Terkini | idxchannel | Rabu, 4 November 2026 - 11:54
share

IDXChannel—Kementerian Perdagangan mencatat kinerja impor sepanjang September 2026 naik 5,09 persen secara bulanan dan tumbuh 18,41 persen secara tahunan, dengan nilai USD24,23 miliar. 

Kenaikan impor bulanan ini didominasi kuat oleh pertumbuhan impor barang modal sebesar 12,14 persen, disusul barang konsumsi yang naik 6,40 persen serta bahan baku dan penolong yang naik 3,12 persen (MtM).

Melansir laman resmi Kementerian Perdagangan (4/11/2026), peningkatan impor September 2026 berbanding lurus dengan sektor manufaktur nasional yang ekspansif. Catatan ini selaras dengan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia yang melonjak dari 49,8 pada Agustus ke 52,4 pada September 2026. 

“Lonjakan impor September 2026 didorong oleh impor barang modal serta bahan baku dan penolong untuk mendukung peningkatan produksi dan pesanan baru industri nasional. Hal ini membuktikan bahwa impor yang terjadi sifatnya produktif dan merupakan penyebab utama bagi ekspansi sektor pengolahan dalam negeri,” kata Menteri Perdagangan Budi Santoso.

Secara kumulatif Januari–September 2026, total impor Indonesia mencapai USD210,63 miliar, meningkat 19,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (CtC) dengan USD176,01 miliar. 

Seluruh komponen impor pun mencatatkan pertumbuhan positif pada periode tersebut. Peningkatan tertinggi tercatat pada impor bahan baku dan penolong yang naik 21,11 persen, diikuti oleh barang modal sebesar 16,49 persen, dan barang konsumsi sebesar 15,54 persen (CtC).

Dari sisi komoditasnya, lonjakan impor nonmigas tertinggi selama Januari–September 2026 terjadi pada kendaraan udara dan bagiannya (HS 88) yang melonjak 241,60 persen. Selain itu, impor garam, belerang, batu, dan semen (HS 25) tumbuh 127,03 persen serta bijih logam, terak, dan abu (HS 26) naik 51,67 persen (CtC).

Berdasarkan negara asalnya, impor nonmigas Indonesia pada Januari—September 2026 masih didominasi oleh China, Jepang, dan Australia dengan kontribusi gabungan mencapai 52,94 persen dengan nilai impor sebesar USD 94,27 miliar. 

Kemudian, negara asal impor nonmigas dengan pertumbuhan terbesar, antara lain, Prancis yang naik 122,95 persen, Rusia 54,78 persen dan Argentina 52,09 persen (CtC).

Sebagai tambahan informasi, pada periode yang sama nilai ekspor Indonesia mencapai USD27,59 miliar, naik 3,68 persen dibandingkan Agustus 2026 dan naik 11,87 persen dibandingkan September 2025. 

Pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan ekspor nonmigas. Adapun tiga komoditas penopang utama ekspor nonmigas Indonesia pada September 2026 masih didominasi oleh lemak dan minyak hewani atau nabati (HS 15) dengan USD4,43 miliar. 

Sementara ekspor bahan bakar mineral (HS 27) menempati posisi kedua dengan nilai ekspor USD2,99 miliar, serta besi dan baja (HS 72) di posisi ketiga dengan USD2,70 miliar. 


(Nadya Kurnia)

Topik Menarik