Super El Nino Berpotensi Picu Krisis Pangan dan Gejolak Politik di Asia

Super El Nino Berpotensi Picu Krisis Pangan dan Gejolak Politik di Asia

Berita Utama | idxchannel | Minggu, 20 September 2026 - 13:24
share

IDXChannel - Kemunculan El Nino yang sangat kuat, ditambah gangguan pasokan energi dan pupuk akibat perang di Timur Tengah, dapat memperburuk risiko krisis pangan di Asia.

Menurut perusahaan konsultan Verisk Maplecroft, krisis pangan berpotensi memicu ketidakstabilan politik di sejumlah negara Asia.

Perang di Iran telah mengganggu pasokan bahan bakar dan pupuk sejak awal tahun. Keduanya merupakan input pertanian utama. 

Pada paruh kedua 2026, kemunculan El Nino yang sangat kuat membuat sektor pertanian di seantero Asia semakin tertekan.

Indonesia, produsen minyak sawit terbesar di dunia, menghadapi serangkaian kebakaran lahan yang mengganggu panen. 

Hujan monsun yang diandalkan oleh India, eksportir beras utama, turun 15 persen di bawah normal.

Selain itu, panen gula Thailand juga diperkirakan turun signifikan.

“Data menunjukkan bahwa jika tekanan harga dan kekurangan pangan menguat, dan pemerintah dianggap tidak efektif dalam menanggapinya, kerusuhan dan ketidakstabilan politik dapat muncul,” kata perusahaan konsultan itu dalam laporannya, dilansir dari Bloomberg pada Minggu (20/9/2026).

Bagi negara-negara Asia yang sedang dilanda konflik seperti Afghanistan dan Myanmar, guncangan pangan akan meningkatkan risiko bencana kemanusiaan.

“Dampaknya semakin terlihat,” kata Verisk Maplecroft.  

“Keputusan penanaman dan pemupukan dibuat selama puncak gangguan, yang berarti dampak negatif mungkin tetap terjadi bahkan jika situasi geopolitik membaik dalam beberapa bulan mendatang," katanya. (Wahyu Dwi Anggoro)

Topik Menarik