MINE Raup Pendapatan Rp1,22 Triliun di Semester I-2026, Ditopang Bisnis Tambang dan Konstruksi

MINE Raup Pendapatan Rp1,22 Triliun di Semester I-2026, Ditopang Bisnis Tambang dan Konstruksi

Ekonomi | idxchannel | Kamis, 30 Juli 2026 - 16:20
share

IDXChannel - PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE), emiten penyedia jasa penunjang pertambangan dan penggalian mencatat pendapatan Rp1,22 triliun pada semester I-2026. Capaian tersebut naik 6,13 persen dibandingkan Rp1,15 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada paruh pertama 2026 ini, MINE meraup laba komprehensif berjalan sebesar Rp100,42 miliar.

Chief Finance Officer PT Sinar Terang Mandiri Tbk, Holmes Siringoringo, mengatakan raihan pendapatan tersebut mencerminkan ketangguhan kinerja Perseroan di tengah dinamika industri tambang nasional. 

“Menghadapi berbagai tantangan industri, MINE tetap mencatatkan pertumbuhan kinerja positif pada semester ini. Sejumlah lini usaha berkontribusi signifikan. Lini usaha penambangan meningkat 3,14 persen dari Rp1,11 triliun menjadi Rp1,14 triliun. Lini usaha jasa konstruksi tumbuh 93,95 persen dari Rp37,85 miliar menjadi Rp73,41 miliar,” ujar Holmes dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Capaian pendapatan MINE pada enam bulan pertama 2026 disokong pengerjaan sejumlah proyek strategis. Portofolio kerja sama tersebut mencakup pengerjaan proyek bersama PT Weda Bay Nickel, PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM), PT Hengjaya Mineralindo, hingga pembangunan akses jalan untuk PT Erabaru Timur Lestari.

“Kami akan terus menjaga dengan memberikan kualitas layanan yang terbaik sebagai pondasi penting bagi pertumbuhan Perseroan. Ke depan, MINE akan terus memperkuat kolaborasi dengan mitra eksisting sekaligus membuka peluang kerja sama baru untuk menjaga pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan,” kata Holmes.

Seturut itu, MINE memperluas ekspansi portofolionya melalui raihan kontrak-kontrak baru. Memasuki kuartal II-2026, Perseroan mengamankan perpanjangan Proyek Konstruksi Sampala sepanjang 3,5 kilometer, menjadi subkontraktor PT Horizon Jaya Perkasa dalam proyek Dry Stack Tailings Facility di Morowali milik PT Hengjaya Mineralindo, serta menambah hampir 100 unit armada hauling di PT SCM.

Penambahan armada ini menempatkan MINE sebagai salah satu kontraktor hauling terbesar di PT SCM dengan total pengoperasian mencapai 200 unit dump truck berkapasitas 45 ton.

Dari sisi neraca keuangan, MINE menekan liabilitas sekaligus memperkuat permodalan. Liabilitas Perseroan per Semester I-2026 berhasil dipangkas 18,34 persen menjadi Rp946,07 miliar, dari posisi Rp1,15 triliun pada periode yang sama di 2025. 

Sementara itu, ekuitas MINE melonjak 14,57 persen menjadi Rp975,11 miliar dibanding periode serupa tahun lalu senilai Rp851 miliar.

"Kami terus mengelola pendanaan secara disiplin dan memperkuat fundamental keuangan agar MINE memiliki fleksibilitas yang lebih baik dalam mendukung keberlanjutan operasional serta menangkap peluang pertumbuhan di masa mendatang," kata Holmes.

(NIA DEVIYANA)

Topik Menarik