Bursa Asia Beragam, Nikkei dan Kospi Tumbang Lagi

Bursa Asia Beragam, Nikkei dan Kospi Tumbang Lagi

Ekonomi | idxchannel | Rabu, 29 Juli 2026 - 09:40
share

IDXChannel – Bursa saham Asia beragam pada perdagangan Rabu (29/7/2026).

Tekanan masih membayangi pasar Jepang dan Korea Selatan, seiring indeks Nikkei dan Kospi kembali melemah di tengah aksi jual saham-saham semikonduktor serta kehati-hatian investor menjelang laporan keuangan emiten teknologi besar Amerika Serikat (AS).

Indeks acuan Korea Selatan, Kospi, merosot lebih dari 4 persen ke kisaran 5.739, level terendah dalam lebih dari tiga bulan.

Sentimen pasar masih tertekan oleh kekhawatiran terhadap belanja infrastruktur kecerdasan buatan (AI), tingginya valuasi saham semikonduktor, serta meningkatnya persaingan dari industri chip China.

Melansir dari Trading Economics, tekanan bertambah setelah SK Hynix membukukan rekor pendapatan dan laba operasi pada kuartal II-2026.

Meski demikian, kinerja tersebut gagal memenuhi ekspektasi analis sehingga memicu kekhawatiran bahwa laju pertumbuhan laba yang didorong AI mulai melambat, meskipun permintaan memori high-bandwidth memory (HBM) tetap kuat.

Saham SK Hynix anjlok hampir 5 persen, diikuti SK Square yang turun 3,6 persen, Samsung Electro-Mechanics melemah 3,8 persen, HD Hyundai Heavy Industries turun 1 persen, dan Hanwha Aerospace terkoreksi 1,5 persen.

Tekanan jual di pasar Korea Selatan juga memicu penghentian sementara perdagangan kontrak berjangka (futures). Korea Exchange menghentikan perdagangan kontrak berjangka Kosdaq selama lima menit setelah indeks Kosdaq Futures jatuh lebih dari 6 persen.

Sementara itu, indeks Nikkei 225 Jepang bergerak fluktuatif sebelum akhirnya ditutup melemah 1,33 persen ke level 61.556. Indeks Topix juga turun 0,16 persen.

Pada perdagangan sebelumnya, Nikkei telah merosot lebih dari 4 persen ke level terendah dalam dua bulan akibat aksi jual saham sektor chip.

Strategis ekuitas Nomura Securities, Maki Sawada, mengatakan, dikutip Reuters, pergerakan pasar masih akan dipengaruhi saham-saham yang terkait AI.

Menurutnya, meski tidak ada katalis khusus, volatilitas intraday berpotensi tetap tinggi karena saham AI dan saham berharga tinggi menjadi lebih sensitif menjelang musim laporan keuangan.

Tekanan di Jepang juga terlihat pada saham-saham teknologi. Murata Manufacturing anjlok hampir 10 persen, Tokyo Electron turun 6,19 persen, sedangkan SoftBank Group melemah 5,75 persen.

Pergerakan Nikkei juga mengikuti pelemahan Kospi dan indeks semikonduktor Philadelphia (SOX) di AS yang turun hampir 4,5 persen pada perdagangan Selasa waktu setempat.

Investor kini menantikan laporan keuangan emiten teknologi besar AS, dengan Microsoft dijadwalkan merilis kinerja pada Rabu dan Amazon pada Kamis.

Di sisi lain, pelemahan harga minyak setelah meredanya kekhawatiran terhadap pasokan dari Timur Tengah serta aksi beli pada saham-saham yang telah terkoreksi membantu membatasi tekanan di pasar Asia secara keseluruhan.

Di kawasan lain, indeks Shanghai Composite turun 0,80 persen dan CSI 300 melemah 1,11 persen.

Sebaliknya, Hang Seng Hong Kong menguat 1,21 persen, ASX 200 Australia naik 1,26 persen, sementara Straits Times Index (STI) Singapura bertambah 0,30 persen. (Aldo Fernando)

Topik Menarik