Moeldoko Sebut Kendaraan Listrik Jadi Momentum Besar Indonesia, Bisa Serap Banyak Tenaga Kerja
IDXChannel—Kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) semakin digandrungi di Indonesia. Bukan sekadar transportasi, penggunaan EV yang semakin masif ternyata membawa banyak dampak positif.
Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (PERIKLINDO), Jenderal TNI (Purn) Moeldoko menilai pengembangan industri EV akan menciptakan rantai pasok yang sangat panjang, mulai dari pengolahan nikel, produksi katoda dan anoda, pembuatan sel baterai, hingga proses packaging.
Hal itu disampaikan Moeldoko dalam peluncuran PERIKLINDO Electric Vehicle Conference (PEVC) 2026 di Hotel Fairmont Jakarta, Selasa (28/7/2026).
“Dalam setiap kesempatan, saya selalu berbicara bahwa EV ini sebenarnya momentum bagi Indonesia. Momentum bagi dunia industri,” ujar Moeldoko.
Tak hanya itu, peluang kerja juga terbuka di sektor teknologi, termasuk pengembangan Battery Management System (BMS) yang bisa dikerjakan oleh talenta muda Indonesia.
Antonio Conte Segera Diumumkan Jadi Pelatih Timnas Italia, Ditargetkan Bersinar di Piala Dunia 2030!
“Anak-anak muda yang pintar-pintar bisa membangun Battery Management System. Itu baru baterai saja sudah panjang rantai industrinya. Bisa dibayangkan berapa tenaga kerja yang terserap,” katanya.
Moeldoko menambahkan, ekosistem kendaraan listrik juga mencakup pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Menurutnya, perangkat pengisian daya tersebut juga berpotensi diproduksi di dalam negeri sehingga kembali membuka peluang industri baru.
Selain itu, penggunaan kendaraan listrik dinilai memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat karena biaya operasional yang lebih hemat dibandingkan dengan kendaraan berbahan bakar minyak.
“Orang menggunakan EV itu berkontribusi kepada keluarganya, berarti menjadi efisien. Akhirnya uangnya bisa digunakan untuk kebutuhan yang lain,” jelasnya.
Ia juga menyoroti manfaat kendaraan listrik terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Menurut Moeldoko, semakin banyak masyarakat beralih ke EV, polusi udara dapat ditekan sehingga berdampak positif bagi kesehatan.
Karena itu, Moeldoko berharap pemerintah terus memberikan dukungan melalui berbagai insentif agar adopsi kendaraan listrik semakin cepat. Moeldoko juga menilai masa depan mobilitas akan mengarah pada transportasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Perubahan tersebut bukan hanya berlaku untuk mobil pribadi, tetapi juga untuk kendaraan komersial seperti truk dan bus yang selama ini menjadi penyumbang emisi cukup besar.
Menurutnya, transformasi menuju kendaraan listrik sudah mulai terlihat di sektor industri, termasuk perusahaan tambang yang mulai melirik truk listrik sebagai alternatif operasional karena dinilai lebih efisien dalam jangka panjang.
(Nadya Kurnia)










