Harga Emas Turun usai Trump Nyatakan Kesepakatan dengan Iran Berakhir
IDXChannel – Harga emas melemah pada Rabu (8/7/2026) seiring melonjaknya harga minyak dan meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan kesepakatan sementara untuk mengakhiri konflik dengan Iran telah berakhir.
Harga emas spot turun 0,71 persen menjadi USD4.077,12 per troy ons, setelah sebelumnya menyentuh level terendah sejak 1 Juli.
Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures David Meger mengatakan pelemahan emas dipicu meningkatnya eskalasi konflik antara AS dan Iran.
"Faktor utama pergerakan hari ini adalah meningkatnya eskalasi ketegangan antara AS dan Iran. Dengan potensi gencatan senjata yang berakhir, aset-aset berisiko bergerak melemah secara luas, termasuk emas," ujarnya, dikutip Reuters.
Ketegangan kembali meningkat setelah Iran menyatakan telah menyerang fasilitas militer AS di Bahrain dan Kuwait sebagai balasan atas serangan militer AS terhadap sasaran di Iran, yang dilakukan setelah serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz.
Kondisi tersebut mendorong harga minyak mentah melonjak lebih dari 5 persen.
Kenaikan harga energi berpotensi memicu inflasi dan mendorong bank sentral menaikkan suku bunga untuk meredam tekanan harga.
Meski emas kerap dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil ini cenderung kehilangan daya tarik ketika suku bunga berada di level tinggi.
Di sisi lain, risalah rapat Federal Reserve (The Fed) pada bulan lalu menunjukkan para pejabat semakin khawatir inflasi tetap tinggi dan tekanan harga mulai meluas sehingga mungkin memerlukan kenaikan suku bunga.
Beberapa peserta rapat The Fed pada 16-17 Juni bahkan menilai terdapat alasan untuk segera menaikkan suku bunga, sebagaimana tercantum dalam risalah yang dirilis pada Rabu.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga AS pada September sebesar sekitar 69 persen, meningkat dari 62 persen sehari sebelumnya.
Sementara itu, Bank of America dalam riset tertanggal Selasa memangkas proyeksi rata-rata harga emas tahun 2026 sebesar 14 persen menjadi USD4.360 per troy ons karena sikap The Fed yang lebih hawkish.
Harga Batu Bara Termal Tembus USD150 per Ton, Pasar Khawatir Gangguan Pasokan dari Indonesia
Meski demikian, bank tersebut masih melihat peluang harga emas mencapai USD5.000 setelah siklus pengetatan moneter berakhir.
Logam mulia lainnya juga bergerak melemah.
Harga perak spot turun 2,9 persen menjadi USD58,25 per ons, platinum merosot 3,6 persen menjadi USD1.580,92 per ons, sedangkan paladium turun 4,5 persen menjadi USD1.219,84 per ons. (Aldo Fernando)








