BEI Bidik Kapitalisasi Pasar Rp30.000 Triliun dan 1.100 Emiten pada 2030

BEI Bidik Kapitalisasi Pasar Rp30.000 Triliun dan 1.100 Emiten pada 2030

Ekonomi | idxchannel | Senin, 29 Juni 2026 - 15:34
share

IDXChannel – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan kapitalisasi pasar mencapai Rp30.000 triliun pada 2030. Selain itu, jumlah perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia ditargetkan meningkat menjadi 1.100 emiten.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan target tersebut sejalan dengan visi dan misi kepengurusan BEI periode 2026-2030 untuk membawa pasar modal Indonesia masuk ke jajaran 10 bursa terbesar di dunia.

"Kami akan membawa Bursa Efek Indonesia menjadi bursa kelas dunia untuk manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia," ujar Jeffrey dalam konferensi pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BEI secara virtual, Senin (29/6/2026).

Selain peningkatan kapitalisasi pasar dan jumlah perusahaan tercatat, BEI juga menargetkan nilai transaksi harian mencapai Rp31 triliun pada 2030. Sementara itu, jumlah investor pasar modal ditargetkan meningkat menjadi 35 juta investor dengan rasio kapitalisasi pasar terhadap produk domestik bruto (PDB) melampaui 83 persen.

"Kami berharap dukungan dari seluruh pemangku kepentingan agar visi dan misi pasar modal Indonesia dapat tercapai dengan baik," kata Jeffrey.

Sebagai perbandingan, hingga akhir 2025 kapitalisasi pasar BEI tercatat sebesar Rp15.840 triliun, sedangkan rata-rata nilai transaksi harian mencapai Rp18,06 triliun. Jumlah perusahaan tercatat di BEI hingga akhir 2025 mencapai 956 emiten.

Jeffrey menuturkan, BEI menargetkan dapat masuk ke dalam 10 besar bursa dunia berdasarkan kapitalisasi pasar maupun nilai transaksi pada 2030. Saat ini, posisi BEI berada di peringkat ke-19 dunia dari sisi kapitalisasi pasar dan peringkat ke-17 dari sisi nilai transaksi.

"Kita ingin membawa pasar modal Indonesia dan Bursa Efek Indonesia ke depan menjadi salah satu dari 10 bursa terbesar di dunia, baik berdasarkan kapitalisasi pasar maupun nilai transaksi," ujarnya.

Untuk mencapai target tersebut, BEI menyiapkan empat pilar utama strategi pengembangan, yakni meningkatkan aktivitas transaksi, mengembangkan bisnis non-transaksi, meningkatkan kualitas dan kuantitas perusahaan tercatat, serta memperluas inklusi bagi seluruh segmen investor di pasar modal Indonesia.

(Shifa Nurhaliza Putri)

Topik Menarik