Bursa Asia Menguat, Nikkei-Kospi Sentuh Rekor Lagi
IDXChannel - Bursa Asia cenderung menguat pada perdagangan Kamis (18/6/2026), seiring indeks saham Jepang dan Korea Selatan kembali mencetak rekor tertinggi baru.
Penguatan terjadi meski Wall Street ditutup melemah setelah keputusan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) yang menekan sentimen investor.
Indeks Nikkei 225 Jepang melanjutkan reli dalam empat sesi perdagangan terakhir dengan naik 1,78 persen ke level 71.146,19 pada pukul 09.01 WIB.
Indeks acuan Jepang tersebut menembus level 71.100 untuk pertama kalinya, didorong kenaikan saham teknologi dan sektor keuangan.
Namun, penguatan sebagian tertahan oleh pelemahan saham otomotif.
Saham Korea Selatan juga memperpanjang tren positif untuk sesi keenam berturut-turut. Indeks Kospi naik 0,45 persen atau 55,12 poin ke level 8.901,43.
Sebelumnya, indeks sempat melonjak 1,27 persen hingga mencapai rekor 8.976,55, melampaui level tertinggi sebelumnya di 8.933,62 yang dicapai pada 2 Juni.
Mengutip Reuters, penguatan Kospi ditopang oleh saham perusahaan semikonduktor seiring optimisme terhadap prospek kecerdasan buatan (AI).
Saham SK Hynix melonjak 3,29 persen ke rekor tertinggi setelah perusahaan mengumumkan telah mengirimkan sampel chip high-bandwidth memory (HBM) terbaru kepada sejumlah pelanggan utama. Saham Samsung Electronics juga naik 0,87 persen.
Pergerakan positif bursa Asia terjadi meski pasar global menghadapi tekanan setelah The Fed mempertahankan suku bunga acuan.
Ketua The Fed Kevin Warsh membuka babak baru kebijakan moneter Amerika Serikat, setelah para pejabat sepakat mempertahankan suku bunga di tengah inflasi yang masih berada di atas target.
Di pasar Asia lainnya, Shanghai Composite China menguat 0,17 persen dan indeks STI Singapura naik 1,35 persen. Sebaliknya, Hang Seng Hong Kong terkoreksi 1,57 persen dan ASX 200 Australia melemah 0,46 persen.
Sebelumnya di Wall Street, saham-saham Amerika Serikat (AS) mengalami volatilitas tinggi setelah pengumuman kebijakan The Fed sebelum akhirnya melemah akibat tekanan jual pada akhir perdagangan.
Indeks Nasdaq turun 1,3 persen menjadi 26.021,66, S&P 500 melemah 1,2 persen ke 7.420,10, sementara Dow Jones Industrial Average terkoreksi 1 persen ke 51.492,55.
Di Eropa, pergerakan pasar saham berlangsung beragam. Indeks CAC 40 Prancis turun 0,2 persen, sedangkan DAX Jerman dan FTSE 100 Inggris masing-masing naik tipis 0,1 persen. (Aldo Fernando)










