BEI Dorong Free Float 15 Persen agar Saham Likuid dan Harganya Wajar

BEI Dorong Free Float 15 Persen agar Saham Likuid dan Harganya Wajar

Ekonomi | idxchannel | Selasa, 9 Juni 2026 - 09:20
share

IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong perusahaan tercatat untuk meningkatkan porsi kepemilikan saham publik atau free float minimal 15 persen. Hal tersebut menjadi bagian dari transformasi integritas pasar modal yang kini tengah dijalankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self-Regulatory Organization (SRO)

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Gede Nyoman Yetna mengatakan, peningkatan free float akan meningkatkan daya tarik perusahaan di mata investor asing maupun lokal. Dengan free float yang memadai, perdagangan saham akan menjadi lebih likuid dan pembentukan harga saham terjadi secara wajar.

"Free float yang memadai berperan penting dalam meningkatkan likuiditas perdagangan, memperluas basis investor, menciptakan proses pembentukan harga yang wajar, serta meningkatkan daya tarik perusahaan di mata investor," ujarnya dalam pembukaan Public Expose Live 2026, Selasa (9/6/2026).

Nyoman mengatakan peningkatan free float merupakan bagian dari komitmen Bursa untuk meningkatkan kualitas perdagangan saham dalam jangka panjang, sehingga pasar modal menjadi lebih kredibel dan dipercaya. Dengan begitu diharapkan, pasar modal bisa tumbuh dengan lebih baik ke depannya.

"Pada akhirnya, peningkatan free float merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam menciptakan peningkatan value bagi perusahaan secara berkelanjutan," lanjutnya.

Nyoman berharap melalui penyelenggaraan Public Expose Live ini jadi wadah perusahaan memaparkan strategi perusahaan kepada investor maupun calon investor, untuk meningkatkan porsi kepemilikan saham beredar di publik minimal 15 persen.

"Di sisi lain, investor juga memperoleh kesempatan untuk mendapatkan informasi secara langsung dari manajemen perusahaan sehingga dapat mendukung proses pengambilan keputusan investasi yang lebih komprehensif," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Samsul Hidayat menambahkan, penyelenggaraan public expose live 2026 merupakan bentuk keterbukaan informasi dari perusahaan tercatat, sekaligus memberikan ruang diskusi kepada para investor maupun calon investor.

"Sehingga kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk mendukung pemenuhan ketentuan free float oleh perusahaan tercatat sesuai Peraturan Bursa Nomor 1-A, sehingga perusahaan tercatat dapat terus meningkatkan eksposur dan kepercayaan investor di pasar modal Indonesia," kata Samsul.

(Rahmat Fiansyah)

Topik Menarik