ARGO Resmi Memulai Konstruksi Proyek Gudang J&T Cargo Senilai Rp120 Miliar

ARGO Resmi Memulai Konstruksi Proyek Gudang J&T Cargo Senilai Rp120 Miliar

Ekonomi | idxchannel | Jum'at, 24 April 2026 - 16:50
share

IDXChannel - PT Argo Pantes Tbk (ARGO) resmi menjalani proses peletakan batu pertama alias groundbreaking yang menandai dimulainya pembangunan gudang untuk J&T Cargo. Kerja sama itu menggunakan skema Build-to-Suit (BTS).

Prosesi dimulainya konstruksi gudang yang berlokasi di Kabupaten Tangerang, Banten tersebut dihadiri oleh jajaran manajemen Agro Pantes, J&T Cargo, kontraktor, dan institusi yang menadani proyek tersebut. Proyek senilai Rp120 miliar itu akan diselesaikan pada Februari 2027.

Gudang baru tersebut nantinya menjadi salah satu bagian strategis jaringan bisnis logistik J&T Cargo di Indonesia, terutama di kawasan Jabodetabek.

"Groundbreaking proyek ini sejalan dengan rencana strategis Argo untuk terus meningkatkan hunian lahan sewa gudang, terutama untuk kontrak jangka panjang yang dapat memberikan arus kas lebih stabil di masa mendatang," kata Direktur Utama PT Argo Pantes Tbk, Thomas Wahyu melalui keterangan resmi, Jumat (24/4/2026).

Pembangunan gudang tersebut merupakan tindak lanjut dari perjanjian kontrak sewa gudang antara perseroan dengan PT Global Yimi Cargo (J&T Cargo) pada 11 Februari 2026. J&T Cargo akan menyewa gudang tersebut selama 120 bulan atau 10 tahun dengan nilai kontrak Rp221 miliar.

Dalam kontrak tersebut, AGRO akan menjadi pemberi sewa (lessor) dan J&T Cargo selaku penyewa (lessee). Transaksi ini tidak hanya mendukung ekspansi kegiatan usaha di sektor properti, melainkan akan memberikan dampak pada pendapatan usaha perseroan.

Argo Pantes merupakan bagian dari Grup Argo Manunggal milik The Ning King. Perusahaan yang awalnya bergerak di sektor tekstil tersebut mengubah arah bisnisnya ke sektor logistik sejak 2016.

Ning King merupakan salah satu taipan properti berpengaruh di Indonesia. Selain memiliki ARGO, dia juga merupakan pemilik dari PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) dan PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST).

(Rahmat Fiansyah)

Topik Menarik