BPOM Ungkap Dampak Penyalahgunaan Whip Gas, Ini Hasilnya dalam Jangka Panjang

BPOM Ungkap Dampak Penyalahgunaan Whip Gas, Ini Hasilnya dalam Jangka Panjang

Terkini | idxchannel | Kamis, 9 April 2026 - 18:50
share

IDXChannel—Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) memaparkan efek dari mengonsumsi atau menghirup gas dinitrogen monoksida atau N2O atau dikenal dengan gas tertawa.

Kepala BPOM menjelaskan bahwa gas tersebut secara medis digunakan untuk anestesi dan memberikan efek tenang kepada pasien sebelum operasi. Gas itu merupakan pengembangan dari amonia menjadi N2O dan menjadi urea.

“Efek dinitrogen oksida itu sebetulnya gas medis yang digunakan di ruang anastesi atau ruang bius sebetulnya untuk membantu proses sedasinya. Sebelum pasien itu dioperasi, dengan penggunaan gas ini pasien akan mengantuk, kemudian hilang rasa cemasnya. Itu fungsi utamanya,” kata Taruna di Kantor BPOM Jakarta Pusat, Kamis (9/6/2026).

Namun, dia menyayangkan karena ternyata gas tersebut saat ini marak disalahgunakan dengan cara dihirup. 

Dia menyebut orang yang menghirup gas N2O secara sengaja tanpa prosedur medis biasanya mencari sensasi dopamin seperti penghilang stres. Karena efek inilah, akhirnya N2O dikenal juga sebagai gas ketawa.

Dalam jangka pendek, konsumsi gas N2O di luar kebutuhan medis bisa berdampak pada kontrol diri dan aspek sosial dari seseorang. Sementara dampak jangka panjang adalah efek ketergantungan yang akan dirasakan secara psikologis.

“Dampak jangka pendeknya, dia akan mengalami kendala dengan sekelilingnya, aspek sosialnya. Jangka panjangnya kan bisa menyebabkan ketergantungan, khususnya ketergantungan atau adiktif secara psikologis, karena dia merasakan, bukan zatnya ya, beda dengan narkotik kalau ini ketergantungan psikologis,” jelas Taruna.

Taruna menjelaskan bahwa bahkan efek terburuk bisa saja dirasakan oleh orang yang menghirup gas tersebut jika dipadukan dengan zat-zat lainnya dengan dosis yang cukup tinggi. Jika hal itu dilakukan, maka ancaman hipotesis bahkan kehilangan nyawa bisa saja mengintai.

“Bisa berdampak pada hal yang lebih parah lagi, apalagi kalau dipadukan dengan zat-zat yang di luar peruntukannya dengan dosis tinggi, menyebabkan sesak napasnya atau hipoksia, dan ujung-ujungnya kan bisa meninggal,” pungkas dia.

(Nadya Kurnia)

Topik Menarik