Bapanas Pastikan Ketersediaan Pangan Surplus Jelang El Nino, Ini Rinciannya
IDXChannel - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan ketersediaan pangan nasional tetap dalam kondisi aman meski menghadapi ancaman perubahan iklim El Nino yang diperkirakan berdampak pada sektor produksi pangan tahun ini.
Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman mengatakan, sejumlah komoditas pangan strategis seperti jagung, gula, telur ayam, dan daging ayam diproyeksikan mengalami surplus pada Mei 2026.
"Tantangan pangan semakin kompleks, dipengaruhi oleh dinamika geopolitik serta perubahan iklim. Namun, berdasarkan proyeksi neraca pangan nasional hingga Mei 2026, pangan strategis nasional berada pada kondisi surplus dan relatif aman," ujar Amran dalam keterangannya, dikutip Rabu (8/4/2026).
Berdasarkan data neraca pangan nasional, gula konsumsi diproyeksikan surplus sebesar 632 ribu ton. Jumlah tersebut berasal dari proyeksi ketersediaan sebesar 1,81 juta ton, sementara kebutuhan nasional diperkirakan mencapai 1,18 juta ton.
Selain gula, komoditas daging ayam juga diprediksi surplus sebesar 837 ribu ton. Proyeksi suplai nasional mencapai 2,52 juta ton, sedangkan kebutuhan masyarakat diperkirakan berada di angka 1,68 juta ton.
Untuk komoditas telur ayam, pemerintah memperkirakan surplus sebesar 423 ribu ton. Ketersediaan telur ayam nasional diproyeksikan mencapai 3,16 juta ton, dengan kebutuhan sebesar 2,73 juta ton.
Sementara itu, jagung menjadi komoditas dengan surplus terbesar, yakni mencapai 4,35 juta ton. Proyeksi suplai jagung nasional tercatat sebesar 11,49 juta ton, sedangkan kebutuhan diperkirakan 7,13 juta ton.
Tak hanya memastikan kecukupan pasokan, kata Amran, pemerintah juga menilai stabilitas harga pangan nasional tetap terjaga pasca Ramadan dan Idulfitri. Menurutnya, harga sejumlah komoditas seperti beras medium, beras SPHP, kedelai, dan bawang putih cenderung stabil dalam periode 21 Maret hingga 5 April 2026.
Dia menjelaskan, rata-rata harga komoditas tersebut berada sekitar 3 hingga 7 persen di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) maupun Harga Acuan Penjualan (HAP). Bahkan, harga cabai merah keriting tercatat sekitar 18 persen di bawah HET.
"Secara umum, harga pangan terkendali. Di saat bulan puasa, beberapa harga komoditas berada di atas HET tapi terkendali, dan inflasi pangan pun menunjukkan penurunan menjadi 1,58 persen di Maret 2026," katanya.
(Dhera Arizona)









