Lonjakan Harga Minyak Picu Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Global

Lonjakan Harga Minyak Picu Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Global

Ekonomi | idxchannel | Selasa, 7 April 2026 - 15:50
share

IDXChannel – Harga minyak dunia diperkirakan tetap tinggi seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong premi risiko pasar dan mengubah ekspektasi kebijakan suku bunga global.

Analis ING menilai, seperti dikutip Dow Jones Newswires, eskalasi konflik di kawasan tersebut hampir pasti akan mendorong kenaikan harga minyak sekaligus meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga oleh bank sentral.

Laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat dari perkiraan juga menunjukkan ekonomi Negeri Paman Sam berada pada posisi yang lebih tangguh dibandingkan negara lain dalam menghadapi dampak ekonomi konflik.

ING menyebut kondisi tersebut membuat pasar mulai menghapus harapan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat oleh Federal Reserve (The Fed), karena ekonomi AS dinilai masih cukup kuat untuk menahan tekanan dari kenaikan harga energi.

Di sisi lain, harapan bahwa Iran akan kembali membuka Selat Hormuz sebelum tenggat yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump pada Selasa malam mulai memudar.

Data LSEG menunjukkan pasar uang saat ini hanya memperkirakan peluang rendah perubahan suku bunga oleh The Fed sepanjang 2026.

Sementara, Chief Investment Officer Zaye Capital Markets Naeem Aslam juga mengatakan harga minyak kemungkinan tetap tinggi dan sangat sensitif terhadap perkembangan konflik di Timur Tengah serta perubahan pasokan global.

“Pasar masih memperhitungkan premi risiko geopolitik yang tinggi akibat meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran, serta tenggat waktu pembukaan kembali Selat Hormuz yang semakin dekat,” ujar Aslam.

Menurutnya, prospek pasokan yang ketat secara struktural dan pemulihan permintaan global turut menjaga harga minyak tetap kokoh di atas USD100 per barel.

Pada perdagangan terbaru, kontrak minyak WTI bulan terdekat naik 2,7 persen ke USD115,42 per barel, sementara minyak Brent bulan terdekat menguat 1,8 persen ke USD111,69 per barel. (Aldo Fernando)

Topik Menarik