Wall Street Ditutup Menguat Usai Trump Beri Sinyal Akhiri Perang Timur Tengah

Wall Street Ditutup Menguat Usai Trump Beri Sinyal Akhiri Perang Timur Tengah

Ekonomi | idxchannel | Kamis, 2 April 2026 - 06:20
share

IDXChannel - Indeks utama Wall Street ditutup menguat pada Rabu (1/4/2026) didorong kenaikan signifikan saham Alphabet dan sejumlah saham berkapitalisasi besar lainnya, setelah Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan akhir konflik di Timur Tengah mungkin sudah dekat.

AS akan “segera keluar dari Iran” dan bisa kembali melakukan “serangan terbatas” jika diperlukan, ujar Trump kepada Reuters, beberapa jam sebelum dia dijadwalkan menyampaikan pidato kepada publik terkait perang tersebut.

Melansir Reuters, Indeks S&P 500 naik 0,72 persen ke level 6.575,32 poin. Nasdaq naik 1,16 persen ke 21.840,95 poin, sementara Dow Jones Industrial Average menguat 0,48 persen ke 46.565,74 poin.

Saham-saham teknologi besar menguat, dengan Alphabet naik 3,4 persen, sementara Meta Platforms dan Amazon masing-masing naik lebih dari 1 persen.

Wall Street telah menguat selama dua hari berturut-turut di mana investor berspekulasi bahwa perang AS dan Israel versus Iran akan segera berakhir. Harga energi melonjak dalam sebulan terakhir, memicu kekhawatiran inflasi global, karena konflik mengganggu aliran minyak melalui Selat Hormuz.

Dengan kenaikan pada Rabu, indeks S&P 500 masih mencatatkan penurunan sekitar 4 persen sepanjang 2026. Indeks tersebut diperdagangkan di bawah 20 kali estimasi laba, menjadi valuasi terendah dalam 10 bulan terakhir menurut data LSEG.

Indeks semikonduktor PHLX (.SOX) melonjak 2,82 persen, mencatat kenaikan untuk hari kedua berturut-turut.

SpaceX secara rahasia mengajukan dokumen untuk penawaran umum perdana (IPO), menurut sumber yang mengetahui hal tersebut, sehingga mendorong saham-saham sektor antariksa naik.

Intuitive Machines melonjak 9 persen, Planet Labs naik 10 persen, dan Rocket Lab bertambah 2 persen. Dana investasi Destiny Tech100, yang memiliki saham SpaceX, juga naik 9,1 persen.

Intel melonjak 8,8 persen setelah mengumumkan akan membeli kembali saham milik Apollo di pabriknya di Irlandia senilai USD14,2 miliar.

Indeks Volatilitas CBOE (VIX), yang dikenal sebagai indikator ketakutan di Wall Street, turun ke level terendah dalam lebih dari satu minggu.

Harga minyak turun tajam, dan indeks energi S&P 500 merosot 3,9 persen ke level terendah dalam lebih dari seminggu. Saham maskapai penerbangan justru menguat, dengan sub-indeks S&P Composite Passenger Airlines naik 2,3 persen.

Nike anjlok 15,5 persen ke level terendah dalam satu dekade setelah perusahaan tersebut memperkirakan penurunan tak terduga pada penjualan kuartal keempatnya.

(NIA DEVIYANA)

Topik Menarik