Wall Street Ditutup Naik di Tengah Pembicaraan Gencatan Senjata AS
IDXChannel - Wall Street ditutup positif pada hari Rabu (25/3/2026), meskipun indeks utama turun dari level tertinggi karena Iran menolak proposal gencatan senjata AS yang berpotensi mengakhiri perang.
Dilansir dari laman Investing Kamis (26/3/2026), pasar berfluktuasi antara kenaikan dan penurunan minggu ini karena investor memperdagangkan laporan yang saling bertentangan tentang konflik tersebut.
Indeks acuan S&P 500 naik 0,6 persen menjadi 6.594,90 poin, NASDAQ Composite yang didominasi saham teknologi bertambah 0,8 persen menjadi 21.929,83 poin, dan Dow Jones Industrial Average naik 0,7 persen menjadi 46.428,57 poin.
Sesi perdagangan ditandai dengan pernyataan AS bahwa negosiasi dengan Iran sedang berlangsung, namun ditolak oleh Teheran. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga menyebut tidak ada pembicaraan dengan AS.
"Apa yang kita adalah harapan. Harapan bahwa ada kemungkinan realistis untuk gencatan senjata, dan itu tercermin dalam penurunan harga minyak dan imbal hasil obligasi, serta kenaikan harga saham. Meskipun demikian, setiap kali ada berita positif yang datang dari AS, Iran pasti membantahnya," kata Steve Sosnick, Kepala Strategi di Interactive Brokers kepada Investing.com.
"Kenaikan awal adalah bukti bahwa para pedagang saham sangat menginginkan perkembangan positif untuk membantu tujuan mereka, tetapi perlu dicatat bahwa titik tertinggi SPX hampir berada di rata-rata pergerakan 200 hari dan kita belum mampu melewatinya. Saham masih dalam tren menurun, meskipun banyak yang berharap tidak demikian," kata Sosnick.
Perhatian tetap tertuju pada potensi gencatan senjata
Indeks utama di Wall Street semuanya turun pada sesi sebelumnya, karena investor mencoba mengukur kemungkinan penghentian permusuhan antara AS-Israel dan Iran.
Namun di sisi lain, pertempuran terus berlanjut tanpa henti dan AS telah mulai mengirim lebih banyak unit militer ke Timur Tengah. Bahkan beberapa sekutu Washington di Teluk Persia dilaporkan Presiden Donald Trump untuk terus melanjutkan perang.
Perdagangan hari Selasa ditandai dengan volatilitas karena laporan yang membuat pelaku pasar tegang. Meskipun Trump mengatakan bahwa negosiasi dengan Iran sedang berlangsung namun penolakan berulang Teheran atas adanya pembicaraan telah membebani sentimen.
Iran menuduh presiden menggunakan prospek pembicaraan damai untuk menenangkan pasar keuangan yang bergejolak. Namun, suasana membaik secara dramatis pada jam perdagangan tambahan, setelah Israel mengatakan Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff dan pengusaha Amerika Jared Kushner akan memperkenalkan gencatan senjata dan memungkinkan AS dan Iran untuk bernegosiasi.
Bersamaan dengan tuntutan agar Iran membongkar situs-situs nuklir utamanya, AS juga menyerukan pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur air vital di selatan Iran yang telah ditutup untuk lalu lintas kapal tanker selama berminggu-minggu, sehingga menaikkan harga energi dan mengancam akan memicu tekanan inflasi di berbagai negara di seluruh dunia.
(kunthi fahmar sandy)









