Investor Asing Lepas Saham Asia Senilai Rp850 Triliun Imbas Krisis Minyak
IDXChannel - Investor asing menarik dana hingga USD50,45 miliar atau sekitar Rp850 triliun dari sejumlah pasar saham Asia sepanjang Maret 2026.
Dilansir dari Reuters pada Rabu (25/3/2026), ini merupakan salah satu aliran keluar terbesar sejak krisis keuangan global pada 2008.
Eksodus ini dipicu guncangan harga minyak. Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran di Timur Tengah menghambat pasokan energi ke Asia.
Menurut data dari LSEG, investor asing telah menjual saham dengan nikai total sekitar USD50 miliar di Korea Selatan, Taiwan, Thailand, India, Vietnam, dan Filipina sepanjang bulan ini.
Taiwan mengalami arus keluar terbesar, yaitu USD25 miliar. Itu merupakan yang terbesar dalam setidaknya 18 tahun.
Investor asing juga telah menarik USD13,5 miliar dari Korea Selatan dan USD10,17 miliar dari India.
Pada awal perang, Indeks Kospi Korea Selatan di pasar saham Seoul anjlok 12 persen dalam satu hari, kinerja satu hari terburuk dalam sejarahnya.
Pada saat yang sama, investor asing menarik uang mereka dari pasar negara berkembang di Asia dengan laju tercepat dalam empat tahun terakhir di tengah kekhawatiran bahwa guncangan harga minyak akan sangat merusak pertumbuhan di Asia dan akan mengacaukan kebijakan moneter di banyak negara yang bergantung pada impor energi. (Wahyu Dwi Anggoro)










