AS Ancam Hancurkan Pembangkit Listrik, Iran Targetkan Infrastruktur Energi di Timteng

AS Ancam Hancurkan Pembangkit Listrik, Iran Targetkan Infrastruktur Energi di Timteng

Terkini | idxchannel | Minggu, 22 Maret 2026 - 21:34
share

IDXChannel - Amerika Serikat (AS) memberikan ultimatum kepada Iran selama 48 jam apabila blokade atas Selat Hormuz tak dihentikan. Iran menanggapi ancaman tersebut dengan membidik aset-aset energi milik sekutu AS di Timur Tengah.

Dikutip dari Al Jazeera, Minggu (22/3/2026), ancaman keras itu dilontarkan langsung oleh Presiden AS, Donald Trump di tengah perang yang memasuki pekan keempat. Pernyataan itu sekaligus merespons langkah Iran yang memblokade Selat Hormuz untuk kapal-kapal musuh, dalam hal ini AS dan Israel.

"Jika Iran tidak membuka penuh dan tidak mengancam Selat Hormuz dalam waktu 48 jam sejak saat ini, Amerika Serikat akan menyerang dan menghancurkan berbagai pembangkit listrik mereka, dimulai dari yang terbesar dahulu," kata Trump melalui Truth Social pada Sabtu (21/3/2026) malam waktu setempat.

Menanggapi ultimatum tersebut, Iran menyatakan siap membidik seluruh infrastruktur energi milik AS di Timur Tengah. Juru Bicara Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibah mengatakan, serangan terhadap pembangkit listrik segera direspons dengan serangan balasan.

"Infrastrutkru penting, energi dan minyak di seluruh kawasan akan dianggap sebagai target yang sah dan akan dihancurkan secara permanen, dan harga minyak akan naik untuk waktu yang lama," kata Ghalibaf.

Iran dilaporkan telah memiliki data lengkap terkait pembangkit listrik di Timur Tengah, termasuk Israel. Iran belum lama ini menjatuhkan rangkaian rudal ke kilang minyak Haifa dan kawasan Dimona, yang diketahui dekat dengan aset nuklir Israel

(Rahmat Fiansyah)

Topik Menarik