Pemerintah AS Diminta Tidak Intervensi Pasar untuk Turunkan Harga Minyak
IDXChannel - CME Group memperingatkan pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump agar tidak mengintervensi pasar derivatif untuk menurunkan harga minyak selama perang dengan Iran.
Dilansir dari Investing pada Minggu (15/3/2026), CME Group merupakan operator bursa minyak berjangka AS.
Menurut laporan The Financial Times, CEO CME Group Terry Duffy mengatakan bahwa tindakan tersebut dapat memicu bencana ekonomi besar.
Dalam sebuah konferensi di Boca Raton, Florida baru-baru ini, dia mengatakan bahwa intervensi pemerintah akan mengikis kepercayaan pasar jika digunakan untuk mengekang kenaikan harga minyak mentah.
"Pasar tidak menyukai ketika pemerintah campur tangan dalam penetapan harga," kata Duffy pada konferensi tersebut.
Pernyataan Duffy muncul setelah sejumlah media melaporkan bahwa Departemen Keuangan AS sedang mempertimbangkan langkah-langkah untuk meredam gejolak harga minyak, termasuk intervensi di pasar berjangka.
Harga minyak bergejolak akibat perang antara AS-Israel dengan Iran, terutama karena lumpuhnya Selat Hormuz yang merupakan jalur maritim penting bagi sektor energi global. (Wahyu Dwi Anggoro)










