Perang Iran-AS, Banyak Investor Asia Pindahkan Aset dari Dubai

Perang Iran-AS, Banyak Investor Asia Pindahkan Aset dari Dubai

Berita Utama | idxchannel | Sabtu, 7 Maret 2026 - 16:20
share

IDXChannel - Banyak orang kaya asal Asia ingin memindahkan aset mereka yang terparkir di Dubai ke Singapura dan Hong Kong.

Dilansir dari Reuters pada Sabtu (7/3/2026), perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran mencoreng citra Dubai dan mengguncang para investor.

Meskipun orang kaya biasanya mendiversifikasi investasi mereka di berbagai wilayah dan kelas aset, mereka memilih tempatnya berdasarkan pertimbangan pajak, peraturan, privasi, dan operasional.

Dubai telah muncul dalam beberapa tahun terakhir sebagai pilihan bagi para pengusaha dan keluarga kaya di Asia, terutama dari China.

Mereka ingin memanfaatkan kebijakan yang menguntungkan. Selain itu, dengan booming properti dan infrastruktur, kawasan Teluk juga menjadi tujuan investasi favorit.

Tren ini sekarang berada di bawah ancaman, karena serangan terhadap Dubai dan Abu Dhabi telah menimbulkan keraguan terhadap Uni Emirat Arab (UEA).

Pengacara kekayaan pribadi yang berbasis di Singapura, Ryan Lin, mengatakan bahwa enam atau tujuh dari 20 kliennya yang berbasis di Dubai, masing-masing memegang aset rata-rata USD50 juta, menghubunginya minggu ini, dengan tiga di antaranya berencana untuk segera memindahkan aset dari Dubai.

Kepala di penyedia layanan korporasi dan dana global Anderson Global, Iris Xu, mengatakan bahwa 10 hingga 20 kantor keluarga telah bertanya kepada firma hukumnya minggu ini tentang memindahkan aset kembali ke Singapura dari Timur Tengah karena kekhawatiran konflik tersebut mungkin akan berlarut-larut.

Kantor keluarga adalah perusahaan yang mengelola portofolio orang kaya.

Namun, tidak semua manajer kekayaan memandang konflik Timur Tengah yang sedang berlangsung akan memicu larinya modal dari Dubai secara besar-besaran.

CEO WRISE Private Middle East yang berbasis di Dubai, Dhruba Jyoti Sengupta, mengatakan bahwa mayoritas kliennya yakin tentang ketahanan jangka panjang UEA. (Wahyu Dwi Anggoro)

Topik Menarik