Ekonomi AS Melambat, Tumbuh 1,4 Persen di Kuartal Akhir 2025

Ekonomi AS Melambat, Tumbuh 1,4 Persen di Kuartal Akhir 2025

Terkini | idxchannel | Jum'at, 20 Februari 2026 - 22:34
share

IDXChannel - Ekonomi Amerika Serikat (AS) tumbuh melambat 1,4 persen secara tahunan (yoy) pada kuartal IV-2025. Angka ini jauh di bawah kuartal sebelumnya yang tumbuh 4,4 persen.

Melansir Investing, Jumat (20/2/2026) perlambatan ekonomi AS terjadi di tengah dampak penutupan sebagian pemerintahan federal atau government shutdown yang berkepanjangan disertai pelebaran defisit perdagangan, meski lonjakan belanja modal berbasis kecerdasan buatan (AI) masih menopang aktivitas.

Berdasarkan estimasi awal produk domestik bruto (PDB) riil dari US Bureau of Economic Analysis (BEA), menyebut terhentinya alokasi anggaran menyebabkan sejumlah lembaga federal tutup sementara dan sebagian pegawai dirumahkan. 

Meskipun dampak penuh shutdown tidak dapat dipisahkan secara spesifik dalam data, BEA memperkirakan penurunan layanan pemerintah federal memangkas sekitar satu poin persentase terhadap pertumbuhan PDB riil kuartal IV.

Kepala Ekonom Amerika Utara di Capital Economics, Paul Ashworth menilai, dampak shutdown terhadap ekonomi lebih besar dari perkiraan sebelumnya. Namun, dia memperkirakan penurunan tersebut berpotensi berbalik pada kuartal I-2026 seiring normalisasi aktivitas pemerintah.

Selain shutdown, pelebaran defisit perdagangan pada Desember dipicu turunnya ekspor emas turut membebani kinerja ekonomi. 

Impor meningkat pada bulan tersebut, didorong pembelian peralatan digital dari luar negeri, meski tarif luas yang diberlakukan pemerintahan Presiden Donald Trump masih berlaku. Namun secara keseluruhan kuartal IV, impor yang menjadi pengurang dalam perhitungan PDB sebenarnya menurun.

Dari sisi domestik, sektor kesehatan membantu menopang konsumsi rumah tangga dan pasar tenaga kerja. Perekrutan di sektor ini menjadi penopang utama pertumbuhan lapangan kerja pada Januari. Meski demikian, belanja konsumen riil secara tahunan melambat menjadi 2,2 persen dari 3,4 persen pada periode sebelumnya.

Analis Morgan Stanley menilai, laporan PDB kuartal IV menegaskan perlambatan bertahap permintaan domestik. Pada beberapa periode tahun lalu, perlambatan tersebut sempat tertutupi oleh fluktuasi besar pada persediaan dan impor.

Di sisi lain, lonjakan belanja riset dan pengembangan (R&D) menjadi jangkar pertumbuhan, mencerminkan derasnya investasi pada infrastruktur AI seperti pusat data.

Secara tahunan, PDB riil AS tumbuh 2,2 persen sepanjang 2025, lebih rendah dibandingkan kenaikan 2,8 persen pada 2024.

Tekanan juga datang dari sisi inflasi. Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) inti yang menjadi acuan utama Federal Reserve naik 0,4 persen secara bulanan pada Desember, lebih tinggi dari 0,2 persen pada November dan di atas ekspektasi 0,3 persen. 

Secara tahunan, PCE inti meningkat 3,0 persen melampaui perkiraan 2,9 persen dan lebih tinggi dari 2,8 persen pada bulan sebelumnya.

Sementara itu, PCE headline naik 0,4 persen secara bulanan dan 2,9 persen dibandingkan Desember 2024.

(DESI ANGRIANI)

Topik Menarik