Rupiah Ditutup Melemah ke Rp16.811 per Dolar AS

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp16.811 per Dolar AS

Ekonomi | idxchannel | Selasa, 10 Februari 2026 - 18:10
share

IDXChannel - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah tipis pada akhir perdagangan Selasa (10/2/2026), turun 6 poin atau sekitar 0,04 persen ke level Rp16.811 per dolar AS.

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah ini salah satunya didorong sentimen eksternal yaitu Departemen Transportasi AS, melalui Administrasi Maritim, pada hari Senin menyarankan kapal-kapal berbendera AS untuk tetap sejauh mungkin dari wilayah Iran saat melewati Selat Hormuz dan Teluk Oman. 

“Badan tersebut menyarankan kapal-kapal berbendera AS untuk tetap dekat dengan Oman selama penyeberangan, dengan alasan risiko diserbu oleh pasukan Iran,” kata Ibrahim dalam risetnya. 

Peringatan tersebut menimbulkan kekhawatiran atas ketegangan antara AS dan Iran yang tetap tinggi, bahkan ketika kedua negara mencatat kemajuan selama pembicaraan akhir pekan baru-baru ini dan berjanji untuk terlibat dalam lebih banyak diskusi tentang program nuklir Teheran. Namun Iran juga sebagian besar menolak seruan untuk menghentikan pengayaan nuklirnya – sebuah poin utama perselisihan bagi Washington.

Fokus minggu ini adalah pada data ekonomi dari konsumen minyak terbesar di dunia, dengan data tersebut diharapkan akan memengaruhi prospek permintaan. Di AS, data penggajian non-pertanian untuk Januari akan dirilis pada hari Rabu, sementara data inflasi indeks harga konsumen akan dirilis pada hari Jumat. 

Data-data tersebut juga diperkirakan akan memengaruhi prospek suku bunga AS, terutama di tengah perubahan kepemimpinan yang akan segera terjadi di Federal Reserve.

Di China, data CPI dari importir minyak terbesar di dunia juga akan dirilis pada hari Jumat, tepat sebelum liburan Tahun Baru Imlek selama seminggu. Perjalanan dan permintaan bahan bakar di Tiongkok diperkirakan akan meningkat selama liburan tersebut.

Dari sentimen domestik, Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tercatat nyaris 80 persen. Survei terbaru Indikator Politik Indonesia mendapati sebanyak 79,9 persen responden puas dengan kinerja 17 bulan Prabowo memimpin. Dan sangat tinggi untuk ukuran approval rating seorang presiden.

Jumlah itu bahkan memecahkan rekor tingkat keterpilihan atas presiden-presiden sebelumnya. Saat SBY menang di periode kedua pada 2009, kisarannya tak sampai 70 juta pemilih. Pun demikian saat Jokowi memenangi pilpres keduanya pada 2019, perolehan suaranya masih lebih kecil dari Prabowo.

Modal kedua, adalah faktor dari kapasitas Prabowo sendiri sebagai seorang pemimpin, ditambah dengan dukungan langsung dari Jokowi. Meski approval rating Prabowo sempat turun pada Agustus karena demonstrasi, namun secara cepat kembali pulih.

Apa yang membuat masyarakat puas dengan kinerja Prabowo? Survei Indikator mencatat kepuasan itu tecermin dari keseriusan Prabowo memberantas korupsi. Sebanyak 17,5 persen responden menjawab puas dengan keseriusan pemerintah memberantas korupsi.

Selanjutnya, kepuasan terhadap Prabowo ini ditopang oleh aksi Prabowo yang sering memberi bantuan (15,6 persen), program kerjanya yang bagus (11 persen), kinerjanya sudah terbukti (10,5 persen), dan sikap tegas, berwibawa, berani dari sosok Prabowo (9,7 persen), serta kepuasan masyarakat terhadap program Makan Bergizi Gratis (8,4 persen).

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp16.810 - Rp16.840 per dolar AS.

(kunthi fahmar sandy)

Topik Menarik