Dukung Bisnis Rendah Karbon RI, Inggris Luncurkan Climate Finance Accelerator

Dukung Bisnis Rendah Karbon RI, Inggris Luncurkan Climate Finance Accelerator

Terkini | idxchannel | Kamis, 5 Februari 2026 - 12:14
share

IDXChannel - Climate Finance Accelerator (CFA) yang didanai oleh Pemerintah Inggris pekan ini resmi diluncurkan di Indonesia. 

CFA adalah program bantuan teknis global yang akan memperkuat upaya Indonesia dalam mengimplementasikan Nationally Determined Contribution (NDC), dengan mempertemukan investor dan pebisnis guna mengembangkan dan membiayai proyek-proyek iklim dalam skala besar.

CFA selaras dengan NDC Indonesia dan ambisi nasional untuk mencapai net zero pada 2060. Dengan kebutuhan pembiayaan iklim yang diperkirakan mencapai USD472,6 miliar, Indonesia merupakan salah satu pasar dengan potensi tertinggi di Asia Tenggara untuk investasi dan solusi rendah karbon. 

“Climate Finance Accelerator telah mendukung lebih dari 200 bisnis di seluruh dunia dan membuka lebih dari USD400 juta dalam kesepakatan investasi. Saya senang bahwa program yang sangat sukses ini kini hadir dan meluncurkan siklus pertamanya di Indonesia," kata Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey dalam keterangannya, dikutip pada Kamis (5/2/2025).

CFA Indonesia mencari bisnis rendah karbon yang mampu mengatasi perubahan iklim dan sedang membutuhkan investasi. CFA memberikan dukungan praktis kepada para wirausahawan dari berbagai pakar, dengan pendampingan yang disesuaikan untuk setiap bisnis dan keterampilan yang diperlukan untuk mendapatkan investasi. 

Bisnis-bisnis yang lolos seleksi akan menerima dukungan selama 3-4 bulan berupa sesi kelompok dan pendampingan satu per satu dari pakar finansial, teknis, serta kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi, untuk membantu meningkatkan peluang mereka dalam mendapatkan investasi.

Mereka juga akan mempresentasikan proyek-proyek mereka dalam sebuah acara bagi para investor iklim yang akan diselenggarakan pada November 2026. Para wirausahawan akan memperluas jaringan dengan para calon investor serta menerima umpan balik yang terarah dari berbagai lembaga pembiayaan.

Sekitar sepuluh bisnis akan dipilih dari sektor energi, limbah, pertanian, transportasi, proses industri dan penggunaan produk (Industrial Processes and Product Use/IPPU), serta kehutanan dan penggunaan lahan lainnya (Forestry and Other Land Use/FOLU).

"Kami memahami bahwa bisnis-bisnis iklim yang tengah mencari pembiayaan dapat menghadapi tantangan untuk menjadi layak menerima investasi. Indonesia adalah mitra iklim yang penting dan pemain utama dalam aksi iklim global, dengan para pengusaha iklim yang berbakat," kata Jermey.

"Kami berharap dapat memberikan dukungan pada para pelaku bisnis yang terpilih dalam perjalanan mereka guna mendapatkan investasi.

Call for proposals ini menandai tonggak penting setelah peluncuran Kemitraan Strategis Inggris–Indonesia oleh Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Presiden Prabowo Subianto di London," ujarnya. (Wahyu Dwi Anggoro)

Topik Menarik