Elon Musk Sebut Produksi Optimus dan Cybercab Tesla Bakal Lambat

Elon Musk Sebut Produksi Optimus dan Cybercab Tesla Bakal Lambat

Terkini | idxchannel | Rabu, 21 Januari 2026 - 17:20
share

IDXChannel – CEO Tesla Elon Musk mengatakan bahwa tingkat produksi awal robotaxi Cybercab dan robot humanoid Optimus akan dimulai sangat lambat sebelum meningkat secara bertahap, seiring tingginya kompleksitas teknologi dan proses manufaktur yang digunakan.

Dilansir dari Reuters, Rabu (21/1/2026), pernyataan tersebut disampaikan Musk sebagai tanggapan atas unggahan di platform X yang menyebutkan produksi Cybercab akan dimulai dalam waktu kurang dari 100 hari.

“Untuk Cybercab dan Optimus, hampir semuanya baru, jadi tingkat produksi awal akan sangat lambat, tetapi akhirnya menjadi sangat cepat,” tulis Musk.

Cybercab merupakan kendaraan dua kursi yang dirancang sepenuhnya tanpa kontrol manual, termasuk setir maupun pedal. Tesla sebelumnya menyatakan berada di jalur untuk memulai produksi Cybercab pada 2026, sementara output awal Optimus diharapkan dapat dimulai menjelang akhir tahun.

Musk menambahkan bahwa kecepatan produksi sangat bergantung pada tingkat kompleksitas, dengan mencatat bahwa laju manufaktur berbanding terbalik dengan jumlah komponen baru serta tahapan produksi yang harus dikembangkan.

Sebagian besar valuasi Tesla yang mencapai sekitar USD1,39 triliun atau sekitar Rp23,57 triliun kini dinilai sangat bergantung pada ekspektasi investor terhadap teknologi mengemudi otonom dan robot humanoid, meskipun pendapatan dan laba utama perusahaan masih didominasi penjualan kendaraan listrik.

Pada Desember lalu, Musk mengungkapkan bahwa Tesla telah menguji robotaxi tanpa pengawas keselamatan di kursi penumpang depan. 

Tahun lalu, perusahaan juga meluncurkan layanan robotaxi terbatas di Austin, Texas, menggunakan SUV Model Y yang dilengkapi perangkat lunak Full Self‑Driving, dengan operasi yang masih dibatasi wilayah dan melibatkan monitor keselamatan manusia.

Musk sebelumnya menyebut proyek robot humanoid Optimus sebagai pilar utama strategi jangka panjang Tesla, bahkan berpotensi melampaui bisnis kendaraan listriknya. Ia menilai robot tersebut dapat membuka nilai ekonomi baru dengan mengambil alih berbagai pekerjaan yang tidak ingin dilakukan manusia. (Reporter: Nasywa Salsabila) (Wahyu Dwi Anggoro)

Topik Menarik